Selamat Datang

Selamat Datang Teman - Teman Pelajar Dimanapun Anda Berada .Trimakasih Sudah mau Berkunjung Di Blog SMA Negeri 2 Bagan Sinembah.Riau ini.Selamat Menikmati Sajian yang ada Di BlOg Ini Yang Masih Belum Sepenuhnya Sempurna.

Rabu, 09 Desember 2009

Kelebihan ips Dan Kelemahanya

Kelebihan ips Dan Kelemahanya



Strategi Menghadapi SIMAK-UI (Part III: Keunggulan dan Kelemahan Peserta IPS)
Pada setiap ujian seleksi masuk PTN seperti PBS, USM, UMB, SIMAK-UI, UM, UTUL, dsb., sebenarnya ujian tersebut bisa kita ibaratkan sebagai sebuah medan pertempuran yang dijadikan sebagai wadah untuk memperebutkan daerah kekuasaan (PTN yang diinginkan) yang begitu berharga. Sementara itu pertempuran ini bukanlah sebuah pertempuran yang mudah karena yang memperebutkan daerah tersebut ada ratusan ribu manusia dari Sabang sampai Merauke. Hanya orang-orang yang mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin yang bisa memiliki kesempatan untuk bisa masuk ke daerah yang diperebutkan itu.

Dalam hal ini kita akan kembali berbicara tentang SIMAK-UI yang dilaksanakan tanggal 1 Maret 2009 mendatang. Setelah di dua posting-an gw sebelumnya telah dibahas mengenai strategi-strategi sebelum hari H sampai dengan setelah hari H, tapi itu semua tidak cukup untuk memenangkan sebuah pertempuran. Apalagi yang kita butuhkan? Kita harus mengetahui berbagai keunggulan dan kelemahan baik dari diri sendiri maupun lawan. Dengan demikian maka kita bisa mengambil langkah-langkah yang lebih terencana untuk bisa menang di medan pertempuran (SIMAK-UI).

Kali ini gw akan membahas mengenai keunggulan dan kelemahan peserta-peserta IPS, sedangkan keunggulan dan kelemahan peserta-peserta IPA dan IPC akan gw bahas di posting-an berikutnya. Apa yang gw tulis di bawah ini merupakan hasil pengamatan gw terhadap anak-anak IPS (dan kebetulan gw sendiri juga anak IPS, gw hidup di lingkungan IPS) dan kemudian gw mengeneralisasikannya ke dalam sebuah kesimpulan. Bagi yang membaca tentu boleh setuju atau tidak setuju. Namun, secara umum, kira-kira seperti inilah anak IPS.

A. Tentang Peserta IPS
Pada umumnya peserta IPS (bukan siswa IPS) berasal dari siswa-siswi jurusan IPS ditambah siswa-siswi jurusan IPA. Namun, tentunya sekitar 99% siswa-siswi jurusan IPS pasti memilih melanjutkan ke-IPS-annya di jenjang perguruan tinggi. Kenapa gw bilang 99% bukan 100%? Karena sekarang ini ada jalur IPC yang memungkinkan anak IPS mengambil jurusan IPA di perguruan tinggi. Emang ada? Ada, dan biasanya mereka ngambil jurusan teknik atau kedokteran dan itulah sisanya yang 1%, tapi emang lazimnya anak IPS tetap mengambil jurusan IPS.

Peserta IPS dibagi menjadi tiga golongan, yaitu mereka yang berasal dari jurusan IPS itu sendiri, lalu ditambah mereka yang berasal dari IPA dan mereka yang mengambil IPC. Masing-masing dari mereka memiliki karakter tersendiri, serta keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sekarang mari kita bahas satu per satu.

B. Karakter Siswa Jurusan IPS
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPS, khususnya di saat mau ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPS punya pola pikir santai, sehingga kadang suka telat sadar kalau ujian ternyata semakin dekat. Lebih seperti mesin diesel, lama panasnya, tapi kalau udah “panas” mereka juga bisa serius dan sungguh-sungguh.
2. Anak IPS kurang memiliki jiwa yang kompeten, selalu ngga suka bahkan kadang khawatir dengan anak-anak IPA yang mengambil jurusan IPS.
3. Daya juang anak IPS dalam menghadapi persoalan-persoalan sulit, dalam hal ini adalah ujian seleksi masuk PTN (SIMAK-UI), tidak sebesar anak IPA.
4. Anak IPS mudah putus asa dan goyah dalam mengerjakan soal-soal.
5. Anak IPS kurang mendayagunakan logikanya dalam mengerjakan soal-soal.

C. Karakter Siswa Jurusan IPA yang Mengambil IPS
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPA yang memilih jurusan IPS pada saat ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, sekali lagi ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPA punya kemauan dan motivasi yang kuat untuk bisa menguasai materi-materi IPS dalam waktu singkat, dan tidak mudah putus asa.
2. Anak IPA punya daya juang tinggi untuk bisa survive dalam ujian karena dia adalah seorang IPA, tapi kemudian dia “berpindah haluan” menjadi IPS, maka itu berarti dia harus bertanggung jawab dengan pilahannya.
3. Anak IPA lebih memiliki jiwa yang kompeten untuk bersaing dengan anak-anak IPS yang sudah selama tiga tahun belajar IPS.
4. Anak IPA lebih banyak mengandalkan logika dalam menjawab soal-soal.
5. Anak IPA biasanya mengandalkan nilai yang akan dia dapat di tes Kemampuan Dasar untuk mengalahkan anak-anak IPS.

D. Karakter Siswa Jurusan IPA yang Mengambil IPC
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPA yang memilih jurusan IPC pada saat ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, sekali lagi ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPA yang memilih IPC seringkali masih ragu dengan pilihannya.
2. Anak IPC berusaha lebih menguasai materi di jurusan mana yang paling banyak dia pilih. Jika dia memilih 1 jurusan IPA dan 2 jurusan IPS, maka dia akan lebih fokus di IPS, sedangkan bila dia memilih 2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS maka dia akan lebih fokus di IPA.
3. Rata-rata, mereka yang merasa kemampuan IPA-nya agak kurang akan memilih 1 jurusan IPA dan 2 jurusan IPS, mereka tetap memilih IPA karena memang senang dengan IPA, tapi tidak mau terlalu mengambil risiko dengan mengambil jurusan IPA saja, maka dia mengambil IPC dan mengimbanginya dengan pilihan IPS.
4. Rata-rata, mereka yang merasa kemampuan IPA-nya cukup baik dan memang senang dengan IPA akan memilih 2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS, mereka tetap mengambil IPS karena memang jurusan itu disukai, atau biasanya ketiga jurusan yang dipilih (2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS) memang yang disukainya (sampe bingung mau milih yang mana).
5. Daya juang anak IPC juga tinggi, karena dalam hal ini mereka juga anak-anak IPA dengan karakter anak-anak IPA.

Oke, itu tadi sekilas mengenai karakter-karakter umum antara anak-anak IPS, IPA yang memilih IPS, dan anak IPA yang memilh IPC. Selanjutnya gw akan mebahas keunggulan, kelemahan, dan kesalahan siswa-siswi yang berasal dari jurusan-jurusan yang berbeda-beda tersebut.

E. Keunggulan, Kelemahan, dan Kesalahan Siswa IPS

E.1. Keunggulan Siswa IPS
Menjadi siswa IPS tentu memberikan banyak keuntungan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI, khususnya di tes Kemampuan IPS. Apa saja keunggulannya?
1. Pelajaran IPS bukanlah suatu hal yang baru bagi anak IPS.
2. Sudah tahu banyak mengenai seluk beluk IPS dengan baik.
3. Siswa IPS unggul dalam masalah linguistik (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).
4. Tes Kemampuan IPS menjadi andalan utama anak-anak IPS.

E.2. Kelemahan Siswa IPS
Siswa IPS tentu juga memiliki berbagai kelemahan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI. Apa saja kelemahannya?
1. Anak IPS sangat payah di tes Matematika Dasar. Umumnya dari 25 soal Matematika Dasar, anak IPS hanya bisa menjawab sekitar 8 – 15 soal, bahkan tidak sedikit yang kurang dari itu, dan masalahnya belum tentu semuanya benar (FYI, waktu UMB gw cuma bisa mengerjakan 11 soal Matematika Dasar, dan itu pun kalo ngga salah ada 2 atau 3 soal yang ngasal).
2. Tidak teliti menjadi salah satu kelemahan anak IPS.
3. Mudah menyerah, apalagi kalau udah tambah stress.
4. Kesulitan kedua setelah Matematika Dasar untuk anak IPS biasanya adalah Ekonomi. Kesulitan ketiga biasanya di IPS Terpadu, khususnya yang bagian hitung-menghitung (perihal matematika lagi).
5. Tipe soal yang agak sulit dan membingungkan bagi anak IPS adalah tipe soal sebab-akibat.

E.3. Kesalahan Siswa IPS
Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh anak IPS dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari hal itu. Justru kesalahan-kesalahan ini bila kita sudah tahu dari awal, kita bisa menghindarinya agar tidak jatuh dalam kesalahan-kesalah ini. Apa saja kesalahan-kesalahan tsb.?
1. Karena pelajaran yang paling tidak dikuasai oleh anak IPS adalah Matematika, maka hampir sebagian besar anak IPS menghabiskan waktunya untuk belajar dan terus belajar Matematika. Kesalahan #1, terlalu fokus di Matematika sehingga pelajaran lain pun akhirnya terbengkalai.
2. Karena terus belajar Matematika dan hasil dari berbagai latihan dan Try Out tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dari kemampuan Matematikanya, anak IPS terus dan terus belajar Matematika sampai akhirnya dia pusing dengan Matematika sehingga untuk belajar yang lain pun udah “keruh”, buyar, dan ngga semangat. Kesalahan #2, Matematika tidak dapat dikuasi, pelajaran yang lain pun terlantar.
3. Ketika mengerjakan soal-soal Matematika Dasar, banyak anak IPS yang terpaku pada pelajaran tersebut, bahkan tidak sedikit yang terpaku pada satu soal saja. Kesalahan #3, membuang-buang waktu di Matematika Dasar = bencana!
4. Banyak anak IPS yang mengerjakan tes Kemampuan Dasar dari depan/awal (Matematika Dasar), bukan suatu hal yang salah, tapi akan menjadi suatu kesalahan kalau kalian memang lemah di Matematika Dasar. Kesalahan #4, mengerjakan Matematika Dasar terlebih dahulu bagi yang lemah di Matematika adalah sebuah kesalahan. Kerjakan dari sesi bahasa terlebih dulu.
5. Ada juga anak IPS yang tidak mengikuti kesalahan nomor 4, tapi membuat kesalahan lain. Dia mulai dari Bahasa Inggris, tapi dia mengerjakan benar-benar dari awal, dari wacana/reading section. Kesalahan #5, mengerjakan reading section terlebih dahulu di Bahasa Inggris sangat tidak disarankan. Bukan suatu hal yang masalah kalau kalian merasa master dalam mengerjakan soal-soal reading, tapi sebaiknya kerjakan dari belakang, yaitu bagian structure/grammar, itu lebih baik.
6. Soal-soal IPS Terpadu banyak yang membahas mengenai seputar pengetahuan umum. Kesalahan #6, anak IPS kurang banyak membaca dan mengikuti perkembangan berita-berita terkini atau masalah pengetahuan-pengetahuan umum. Jadi, sebelum ujian SIMAK-UI banyak-banyaklah membaca.

F. Keunggulan, Kelemahan, dan Kesalahan Siswa IPA yang Memilih IPS

F.1. Keunggulan Siswa IPA yang Memilih IPS
Menjadi siswa IPA yang memilih jurusan IPS tentu juga memberikan banyak keuntungan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI, khususnya di tes Kemampuan Dasar. Apa saja keunggulannya?
1. Kekuatan utama anak IPA ada di tes Kemampuan Dasar, khususnya pelajaran Matematika Dasar.
2. Kehidupan yang “keras” di IPA membuat anak IPA siap berkompetisi dengan anak-anak IPS.
3. Perpaduan antara logika dan analisis anak IPA menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka.
4. Menghafal materi-materi IPS bukan menjadi hambatan karena mereka terbiasa menghafal berbagai macam rumus IPA yang jauh lebih rumit dan tidak sekedar dihafal.
5. Memiliki kemauan dan motivasi yang sangat kuat, serta lebih teliti dalam mengerjakan soal-soal.

F.2. Kelemahan Siswa IPA yang Memilih IPS
Selain keunggulan, menjadi siswa IPA yang memilih jurusan IPS tentu juga punya kelemahan. Apa saja kelemahannya?
1. Pada tes Kemampuan Dasar, biasanya anak IPA yang memilih jurusan IPS lemah di salah satu pelajaran bahasa, bisa Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, tapi jarang yang dikedua bahasa tersebut lemah.
2. Pelajaran IPS yang kurang dikuasai biasanya Ekonomi dan Sejarah. Untuk Ekonomi biasanya anak IPA kurang menguasai masalah kurva-kurva, sedangkan untuk Sejarah, anak IPA biasanya kurang menguasai masalah sejarah dunia (kuno dan modern).
3. Kemampuan untuk mencerna soal-soal Kemampuan IPS yang lebih banyak membutuhkan kemampuan lingual (bahasa) sering menjadi sedikit hambatan bagi anak IPA.
4. Karena dalam mempelajari IPS harus “ngebut” maka tidak semua materi IPS benar-benar dikuasai secara penuh oleh anak IPA.

F.3. Kesalahan Siswa IPA yang Memilih IPS
Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh anak IPA yang memilih IPS dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari hal itu. Justru kesalahan-kesalahan ini bila kita sudah tahu dari awal, kita bisa menghindarinya agar tidak jatuh dalam kesalahan-kesalah ini. Apa saja kesalahan-kesalahan tsb.?
1. Karena mau masuk jurusan Akuntansi, berarti ketika belajar Ekonomi sangat penting juga untuk belajar Akuntansi. Kesalahan #1, mendalami Akuntansi untuk ujian-ujian seleksi masuk PTN, atau dalam hal ini adalah SIMAK-UI, jangan dijadikan prioritas, cukup dasar-dasarnya saja (sekalipun mau masuk jurusan Akuntansi UI). Justru perdalam materi Ekonominya, bukan Akuntansi. Soal-soal Akuntansi dalam ujian-ujian seleksi masuk PTN biasanya hanya berkisar antara 2 – 3 soal saja.
2. Pelajaran IPS jauh lebih mudah daripada pelajaran IPA. Kesalahan #2, menganggap remeh merupakan sebuah awal kehancuran. Jangan pernah menganggap remeh pelajaran apapun, walau mungkin faktanya berkata demikian, tapi jangan pernah melihat sebelah mata pelajaran IPS.
3. Banyak anak IPA yang diterima di jurusan-jurusan favorit IPS, khususnya di jurusan-jurusan Ekonomi, berarti akan sangat mudah melawan anak IPS. Kesalahan #3, jangan pernah menganggap remeh lawan (anak-anak IPS), jangan menimbulkan kesombongan dalam hati.
4. Sama seperti kelompok IPS, mulai mengerjakan Bahasa Inggris dari wacana/reading section. Kesalahan #4, mengerjakan reading section terlebih dahulu di Bahasa Inggris sangat tidak disarankan. Bukan suatu hal yang masalah kalau kalian merasa master dalam mengerjakan soal-soal reading, tapi sebaiknya kerjakan dari belakang, yaitu bagian structure/grammar, itu lebih baik.

Nah, itu semua merupakan hasil analisis gw terhadap kelompok IPS dan IPA yang memilih IPS. Gw ngga memasukkan keunggulan, kelemahan, dan kesalahan pada kelompok IPC karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak IPA juga, jadi sifat-sifat bawaannya adalah sifat IPA, cuma mungkin karena namanya juga Ilmu Pengetahuan Campuran, jadi gw rasa baik dalam keunggulan dan kelemahan, ada sedikit campuran/perpaduan anatara IPA dan IPS dalam diri anak-anak IPC, terutama tekanan di kelompok IPC cukup besar, stress bukan menjadi hal yang mustahil, maka ketika anak-anak IPC menjadi stress, bukan hal yang tidak mungkin sifat mereka cenderung menjadi sifat anak-anak IPS yang kurang baik, seperti jadi kurang teliti dan yang paling buruk bisa jadi mudah putus asa. Semua itu juga saling terkait antara kondisi mental dan keadaan pada saat ujian.

Namun, tentunya hal-hal negatif yang menjadi kelemahan dan berbagai kesalahan tersebut bisa dihindari. Ketika kita mengetahi pengetahuan umum tentang kelemahan diri sendiri dan orang lain (lawan kita) maka kita bisa menyiapkan diri dengan lebih baik. Sementara untuk kesalahan-kesalahan yang telah gw jabarkan di atas, itu merupakan bentuk kesalahan umum yang sering kali terjadi, dan kebanyakan bersifat teknis. Artinya, ketika kita sudah tahu kesalahan-kesalahan apa saja yang biasa terjadi pada suatu kelompok tertentu maka kita harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak jatuh lubang kesalahan yang banyak orang telah jatuh ke dalamnya. Sementara itu, dengan mengetahui keunggulan diri sendiri dan lawan, kita bisa kembali menyusun strategi untuk memenangkan pertempuran ini. Kita sudah tahu apa saja keunggulan kita, kelemahan kita dan kesalahan-kesalahan apa yang sangat fatal, dengan begitu berarti kita bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri kita dengan keunggulan-keunggulan tersebut, dan meminimalisasikan berbagai kelemahan yang ada, serta sebisa mungkin menghindari kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar