Sejarah Singkat Pendidikan IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pembahasan IPS akan terkait pula dengan Hakekat Ilmu. Ilmu, dalam kerangka akademik dapat dibagi menjadi tiga golongan besar yaitu : ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora.
IPS bukanlah disiplin ilmu, IPS merupakan program pembelajaran yang terpilih dari berbagai disiplin ilmu sosial, dibantu dengan ilmu pendidikan serta ilmu psikologi yang bertujuan untuk membantu tumbuh kembang siswa secara social,s ehingga mereka mampu menjadi warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia yang baik. Berikut beberapa definisi tentang ilmu social. Menurut Achmad Sanusi “Ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertarap akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah”. Sedangkan menurut Gross (Kosasih Djahiri,1981.h.1), Ilmu Sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat dan pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk. Nursid Sumaatmadja, menyatakan bahwa Ilmu Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun tingkah laku kelompok. Oleh karena itu Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Untuk pertama kali Social Studies diperkenalkan di kota Rugby, Inggris, tahun 1827. Yang berjasa memasukkan ke dalam kurikulum sekolah adalah Dr Thomas Arnold, direktur sekolah itu. Yang melatarbelakangi adalah keadaan masyarakat Inggris setengah abad sesudah revolusi industri. Masyarakat Inggris mengalami dekadensi moral setelah terjadi Revolusi Industri. Social Studies menjadi bagian dalam proses rehumanisasi masyarakat Inggris. Sedangkan di Amerka Serikat Social Studie mulai didengungkan di negara bagian Wisconsin. Sesudah Perang Saudara (1861-1865) keadaan masyarakat tidak langsung tenteram. Keadaan diperberat karena masyarakat AS yang amat majemuk. Orang AS masih traumatis akan terjadinya perang lagi. Para pendidik memikirkan bagaimana dapat diciptakan suatu harmoni di masyarakat majemuk. Selain itu juga adanya perbedaan sosial ekonomi yang sangat tajam. Para pakar kemasyarakatan dan pendidikan berusaha keras untuk menjadikan penduduk yang multi ras tersebut menjadi merasa satu bangsa yaitu bangsa Amerika. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memasukkan social studies ke dalam kurikulum sekolah di negara bagian Wisconsin pada tahun 1892. Setelah dilakukan penelitian, maka pada awal abad 20, sebuah Komisi Nasional dari The National Education Association memberikan rekomendasi tentang perlunya social studies dimasukkan ke dalam kurikulum semua sekolah dasar dan sekolah menengah Amerika Serikat. Adapun wujud social studies ketika lahir merupakan semacam ramuan dari mata pelajaran sejarah, geografi dan civics.
Latar belakang dimasukkannya bidang studi IPS ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia sangat berbeda dengan di Inggris dan Amerika Serikat. Pertumbuhan IPS di Indonesia tidak terlepas dari situasi kacau, termasuk dalam bidang pendidikan, sebagai akibat pemberontakan G30S/PKI, yang akhirnya dapat ditumpas oleh Pemerintahan Orde Baru. Setelah keadaan tenang pemerintah melancarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Pada masa Repelita I (1969-1974) Tim Peneliti Nasional di bidang pendidikan menemukan lima masalah nasional dalam bidang pendidikan.
1. Kuantitas, berkenaan dengan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.
2. Kualitas, menyangkut peningkatan mutu lulusan
3. Relevansi, berkaitan dengan kesesuaian sistem pendidikan dengan kebutuhan pembangunan.
4. Efektifitas sistem pendidikan dan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.
5. Pembinaan generasi muda dalam rangka menyiapkan tenaga produktif bagi kepentingan pembangunan nasional.
Dalam lingkup yang lebih luas, kemudian pemerintah memberlakukan kurikulum 1975 bagi semua sekolah dasar dan sekolah menengah. Dalam kurikulum ini tercantum bidang studi IPS, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Secara singkat IPS diartikan sebagai bidang studi kemasyarakatan secara terpadu (integrasi). Untuk SD, IPS merupakan perpaduan mata pelajaran sejarah, geografi dan ekonomi, untuk Sekolah Menengah Pertama sejarah, ekonomi, geografi ditambah kependudukan dan koperasi, sedangkan untuk SMA sejarah, geografi dan ekonomi, kependudukan, koperasi ditambah tata buku dan hitung dagang.
Pada kurikulum 1984, pengajaran IPS terpadu hanya dilaksanakan di SD, sedangkan di Sekolan Menengah Pertama (SMP) digunakan pendekatan IPS Terkait (korelasi), dan untuk SMA Atas tidak lagi dikenal IPS terpadu , melainkan diajarkan secara terpisah. Maka muncullah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, antropologi-sosiologi, dan tata negara yang berdiri sendiri.
Pada periode berikutnya, pemerintah memberlakukan kurikulum baru lagi yaitu kurikulum l994. menurut kurikulum 1994, program pengajaran IPS di sekolah dasar terdiri dari IPS terpadu dan sejarah nasional. IPS terpadu adalah pengetahuan yang bersumber dari geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan ilmu politik yang mengupas tentang berbagai kenyataan dan gejala dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan sejarah nasional adalah pengetahuan mengenai proses perkembangan masyarakat Indonesia dari masa lampau sampai dengan masa kini.
Pada tahun 2004, pemerintah melakukan perubahan kurikulum kembali yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dalam kurikulum SD, IPS berganti nama menjadi Pengetahuan Sosial. Pengembangan kurikulum Pengetahuan Sosial merespon secara positif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran Pengetahuan Sosial dengan keadaan dan kebutuhan setempat. Kompetensi Pengetahuan Sosial menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penguasaan kecakapan hidup, penguasaan prinsip-prinsip sosial, ekonomi, budaya, dan kewarganegaraan sehingga tumbuh generasi yang kuat dan berakhlak mulia.
Pengajaran IPS (social studies), sangat penting bagi jenjang pendidikan dasar dan menengah karena siswa yang datang ke sekolah berasal dari lingkungan yang berbeda-beda. Pengenalan mereka tentang masyarakat tempat mereka menjadi anggota diwarnai oleh lingkungan mereka tersebut. Sekolah bukanlah satusatunya wahana atau sarana untuk mengenal masyarakat. Para siswa dapat belajar mengenal dan mempelajari masyarakat baik melalui media massa, media cetak maupun media elektronika, misalnya melalui acara televisi, siaran radio, membaca koran.
Agar pengenalan tersebut dapat lebih bermakna, maka bahan atau informasi yang masih umum dan samar-samar tersebut perlu disistematisasikan. Dengan demikian sekolah mempunyai peranan kedudukan yang penting karena apa yang telah diperoleh di luar sekolah, dikembangkan dan diintegrasikan menjadi sesuatu yang lebih bermakna di sekolah, sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan siswa.
1. Mensistematisasikan bahan, informasi, dan atau kemampuan yang telahdimiliki tentang manusia dan lingkungannya menjadi lebih bermakna.
2. Lebih peka dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial secara rasional dan bertanggung jawab.
3. Mempertinggi rasa toleransi dan persaudaraan di lingkungan sendiri dan antar manusia.
Pada haikatnya, pengetahuan Sosial sebabagi suatu mata pelajaran yang menjadi wahana dan alat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, antara lain:
1. Siapa diri saya?
2. Pada masyarakat apa saya berada?
3. Persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan diri saya untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa?
4. Apa artinya menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia?
5. Bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu?
Sumber Bacaan :
Moedjanto, G. (2003). “Social Sciences” dan “Social Studies”. Tersedia di www.kompas.com/kompas-cetak/0305/26/opini/308670.htm. Diakses tanggal 25 April 2005.
Untuk Sekedar Informasi Para Murid Tentang Kegiatan Di SMA Negeri 2 Bagan Sinembah
Selamat Datang
Selamat Datang Teman - Teman Pelajar Dimanapun Anda Berada .Trimakasih Sudah mau Berkunjung Di Blog SMA Negeri 2 Bagan Sinembah.Riau ini.Selamat Menikmati Sajian yang ada Di BlOg Ini Yang Masih Belum Sepenuhnya Sempurna.
Tampilkan postingan dengan label IPS 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS 2. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Desember 2009
Hubungan IPS dengan ilmu Sosial Lain
Hubungan IPS dengan ilmu Sosial Lain
Ilmu IPS dengan ilmu sosial yang lain mempunyai hubungan sebagai berikut :
1. IPS mengambil bahan-bahan dari ilmu sosial.
2. Tidak ada keharusan bahwa semua ilmu sosial perlu diturunkan dalam setiap pokok bahasan IPS, tapi disesuaikan dengan tujuan pengajaran dan perkembangan pesrerta didik.
- Jenjang pendidikan juga ikut menentukan jumlah dan bagian isi ilmu sosial yang akan diramu menjadi program IPS.
- Kesamaannya IPS dapat disusun dengan mengaitkan atau menggabungkan berbagai unsur ilmu sosial sehingga menjadi menarik.
Contoh :
- Keterkaitan IPS dengan Sosiologi
ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. ilmu sosial belum mempunyai kaedah-kaedah dan dalil-dalil tetap yang diterima oleh bagian terbesar masyarakat karena ilmu tersebut belum lama berkembang, sedangkan yang menjadi objeknya adalah masyarakat manusia yang selalu berubah-ubah. Karena sifat masyarakat yang selalu berubah-ubah karena hingga kini belum dapat diselidiki dan dianalisis secara tuntas hubungan antara unsur-unsur di dalam masyarakat secara lebih mendalam. IPS di sini banyak mengambil sumber atau dalil-dalil dari Sosiologi.
- Keterkaitan IPS dengan Politik
Ilmu politik merupakan salah satu dari kelompok besar ilmu sosial dan erat sekali hubungannya dengan disiplin ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, antropologi, ilmu hukum, ekonomi, dan geografi. Semua ilmu sosial mempunyai objek yang sama, yaitu manusia sebagai individu maupun anggota kelompok (group). Dengan hal tersebut sangat membuktikan bahwa politik juga mempunyai hubungan erat dengan IPS yang sasaran yang diselidiki manusia dalam kehidupan masyarakat.
* Perbedaan IPS dengan ilmu sosial:
Terletak pada tujuannya yakni :
IPS ini tujuannya lebih cenderung mengarah ke pendidikan (bersifat pendidikan) dan IPS di sini bukan untuk mencari sebuah teori namun mengambil teori dari ilmu sosial dan IPS ini juga merupakangeneralisasi dari ilmu sosial yang lain
* Persamaan IPS dengan ilmu sosial:
Persamaannya yakni mengenai objek yang dikaji, yakni manusia didalam lingkungan sosialnya.
Ilmu IPS dengan ilmu sosial yang lain mempunyai hubungan sebagai berikut :
1. IPS mengambil bahan-bahan dari ilmu sosial.
2. Tidak ada keharusan bahwa semua ilmu sosial perlu diturunkan dalam setiap pokok bahasan IPS, tapi disesuaikan dengan tujuan pengajaran dan perkembangan pesrerta didik.
- Jenjang pendidikan juga ikut menentukan jumlah dan bagian isi ilmu sosial yang akan diramu menjadi program IPS.
- Kesamaannya IPS dapat disusun dengan mengaitkan atau menggabungkan berbagai unsur ilmu sosial sehingga menjadi menarik.
Contoh :
- Keterkaitan IPS dengan Sosiologi
ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. ilmu sosial belum mempunyai kaedah-kaedah dan dalil-dalil tetap yang diterima oleh bagian terbesar masyarakat karena ilmu tersebut belum lama berkembang, sedangkan yang menjadi objeknya adalah masyarakat manusia yang selalu berubah-ubah. Karena sifat masyarakat yang selalu berubah-ubah karena hingga kini belum dapat diselidiki dan dianalisis secara tuntas hubungan antara unsur-unsur di dalam masyarakat secara lebih mendalam. IPS di sini banyak mengambil sumber atau dalil-dalil dari Sosiologi.
- Keterkaitan IPS dengan Politik
Ilmu politik merupakan salah satu dari kelompok besar ilmu sosial dan erat sekali hubungannya dengan disiplin ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, antropologi, ilmu hukum, ekonomi, dan geografi. Semua ilmu sosial mempunyai objek yang sama, yaitu manusia sebagai individu maupun anggota kelompok (group). Dengan hal tersebut sangat membuktikan bahwa politik juga mempunyai hubungan erat dengan IPS yang sasaran yang diselidiki manusia dalam kehidupan masyarakat.
* Perbedaan IPS dengan ilmu sosial:
Terletak pada tujuannya yakni :
IPS ini tujuannya lebih cenderung mengarah ke pendidikan (bersifat pendidikan) dan IPS di sini bukan untuk mencari sebuah teori namun mengambil teori dari ilmu sosial dan IPS ini juga merupakangeneralisasi dari ilmu sosial yang lain
* Persamaan IPS dengan ilmu sosial:
Persamaannya yakni mengenai objek yang dikaji, yakni manusia didalam lingkungan sosialnya.
PENGERTIAN ILMU IPS
PENGERTIAN ILMU IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial, biasa disingkat IPS, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMU) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut.
[sunting] Bidang ilmu pengetahuan sosial
Ilmu pengetahuan sosial secara umum mempelajari berbagai bidang ilmu seperti:
* Sejarah
* Ekonomi
* Geografi
* Sosiologi
* Antropologi
* Psikologi
* Tata Negara
Ilmu Pengetahuan Sosial, biasa disingkat IPS, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMU) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut.
[sunting] Bidang ilmu pengetahuan sosial
Ilmu pengetahuan sosial secara umum mempelajari berbagai bidang ilmu seperti:
* Sejarah
* Ekonomi
* Geografi
* Sosiologi
* Antropologi
* Psikologi
* Tata Negara
Kelebihan ips Dan Kelemahanya
Kelebihan ips Dan Kelemahanya
Strategi Menghadapi SIMAK-UI (Part III: Keunggulan dan Kelemahan Peserta IPS)
Pada setiap ujian seleksi masuk PTN seperti PBS, USM, UMB, SIMAK-UI, UM, UTUL, dsb., sebenarnya ujian tersebut bisa kita ibaratkan sebagai sebuah medan pertempuran yang dijadikan sebagai wadah untuk memperebutkan daerah kekuasaan (PTN yang diinginkan) yang begitu berharga. Sementara itu pertempuran ini bukanlah sebuah pertempuran yang mudah karena yang memperebutkan daerah tersebut ada ratusan ribu manusia dari Sabang sampai Merauke. Hanya orang-orang yang mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin yang bisa memiliki kesempatan untuk bisa masuk ke daerah yang diperebutkan itu.
Dalam hal ini kita akan kembali berbicara tentang SIMAK-UI yang dilaksanakan tanggal 1 Maret 2009 mendatang. Setelah di dua posting-an gw sebelumnya telah dibahas mengenai strategi-strategi sebelum hari H sampai dengan setelah hari H, tapi itu semua tidak cukup untuk memenangkan sebuah pertempuran. Apalagi yang kita butuhkan? Kita harus mengetahui berbagai keunggulan dan kelemahan baik dari diri sendiri maupun lawan. Dengan demikian maka kita bisa mengambil langkah-langkah yang lebih terencana untuk bisa menang di medan pertempuran (SIMAK-UI).
Kali ini gw akan membahas mengenai keunggulan dan kelemahan peserta-peserta IPS, sedangkan keunggulan dan kelemahan peserta-peserta IPA dan IPC akan gw bahas di posting-an berikutnya. Apa yang gw tulis di bawah ini merupakan hasil pengamatan gw terhadap anak-anak IPS (dan kebetulan gw sendiri juga anak IPS, gw hidup di lingkungan IPS) dan kemudian gw mengeneralisasikannya ke dalam sebuah kesimpulan. Bagi yang membaca tentu boleh setuju atau tidak setuju. Namun, secara umum, kira-kira seperti inilah anak IPS.
A. Tentang Peserta IPS
Pada umumnya peserta IPS (bukan siswa IPS) berasal dari siswa-siswi jurusan IPS ditambah siswa-siswi jurusan IPA. Namun, tentunya sekitar 99% siswa-siswi jurusan IPS pasti memilih melanjutkan ke-IPS-annya di jenjang perguruan tinggi. Kenapa gw bilang 99% bukan 100%? Karena sekarang ini ada jalur IPC yang memungkinkan anak IPS mengambil jurusan IPA di perguruan tinggi. Emang ada? Ada, dan biasanya mereka ngambil jurusan teknik atau kedokteran dan itulah sisanya yang 1%, tapi emang lazimnya anak IPS tetap mengambil jurusan IPS.
Peserta IPS dibagi menjadi tiga golongan, yaitu mereka yang berasal dari jurusan IPS itu sendiri, lalu ditambah mereka yang berasal dari IPA dan mereka yang mengambil IPC. Masing-masing dari mereka memiliki karakter tersendiri, serta keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sekarang mari kita bahas satu per satu.
B. Karakter Siswa Jurusan IPS
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPS, khususnya di saat mau ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPS punya pola pikir santai, sehingga kadang suka telat sadar kalau ujian ternyata semakin dekat. Lebih seperti mesin diesel, lama panasnya, tapi kalau udah “panas” mereka juga bisa serius dan sungguh-sungguh.
2. Anak IPS kurang memiliki jiwa yang kompeten, selalu ngga suka bahkan kadang khawatir dengan anak-anak IPA yang mengambil jurusan IPS.
3. Daya juang anak IPS dalam menghadapi persoalan-persoalan sulit, dalam hal ini adalah ujian seleksi masuk PTN (SIMAK-UI), tidak sebesar anak IPA.
4. Anak IPS mudah putus asa dan goyah dalam mengerjakan soal-soal.
5. Anak IPS kurang mendayagunakan logikanya dalam mengerjakan soal-soal.
C. Karakter Siswa Jurusan IPA yang Mengambil IPS
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPA yang memilih jurusan IPS pada saat ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, sekali lagi ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPA punya kemauan dan motivasi yang kuat untuk bisa menguasai materi-materi IPS dalam waktu singkat, dan tidak mudah putus asa.
2. Anak IPA punya daya juang tinggi untuk bisa survive dalam ujian karena dia adalah seorang IPA, tapi kemudian dia “berpindah haluan” menjadi IPS, maka itu berarti dia harus bertanggung jawab dengan pilahannya.
3. Anak IPA lebih memiliki jiwa yang kompeten untuk bersaing dengan anak-anak IPS yang sudah selama tiga tahun belajar IPS.
4. Anak IPA lebih banyak mengandalkan logika dalam menjawab soal-soal.
5. Anak IPA biasanya mengandalkan nilai yang akan dia dapat di tes Kemampuan Dasar untuk mengalahkan anak-anak IPS.
D. Karakter Siswa Jurusan IPA yang Mengambil IPC
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPA yang memilih jurusan IPC pada saat ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, sekali lagi ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPA yang memilih IPC seringkali masih ragu dengan pilihannya.
2. Anak IPC berusaha lebih menguasai materi di jurusan mana yang paling banyak dia pilih. Jika dia memilih 1 jurusan IPA dan 2 jurusan IPS, maka dia akan lebih fokus di IPS, sedangkan bila dia memilih 2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS maka dia akan lebih fokus di IPA.
3. Rata-rata, mereka yang merasa kemampuan IPA-nya agak kurang akan memilih 1 jurusan IPA dan 2 jurusan IPS, mereka tetap memilih IPA karena memang senang dengan IPA, tapi tidak mau terlalu mengambil risiko dengan mengambil jurusan IPA saja, maka dia mengambil IPC dan mengimbanginya dengan pilihan IPS.
4. Rata-rata, mereka yang merasa kemampuan IPA-nya cukup baik dan memang senang dengan IPA akan memilih 2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS, mereka tetap mengambil IPS karena memang jurusan itu disukai, atau biasanya ketiga jurusan yang dipilih (2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS) memang yang disukainya (sampe bingung mau milih yang mana).
5. Daya juang anak IPC juga tinggi, karena dalam hal ini mereka juga anak-anak IPA dengan karakter anak-anak IPA.
Oke, itu tadi sekilas mengenai karakter-karakter umum antara anak-anak IPS, IPA yang memilih IPS, dan anak IPA yang memilh IPC. Selanjutnya gw akan mebahas keunggulan, kelemahan, dan kesalahan siswa-siswi yang berasal dari jurusan-jurusan yang berbeda-beda tersebut.
E. Keunggulan, Kelemahan, dan Kesalahan Siswa IPS
E.1. Keunggulan Siswa IPS
Menjadi siswa IPS tentu memberikan banyak keuntungan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI, khususnya di tes Kemampuan IPS. Apa saja keunggulannya?
1. Pelajaran IPS bukanlah suatu hal yang baru bagi anak IPS.
2. Sudah tahu banyak mengenai seluk beluk IPS dengan baik.
3. Siswa IPS unggul dalam masalah linguistik (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).
4. Tes Kemampuan IPS menjadi andalan utama anak-anak IPS.
E.2. Kelemahan Siswa IPS
Siswa IPS tentu juga memiliki berbagai kelemahan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI. Apa saja kelemahannya?
1. Anak IPS sangat payah di tes Matematika Dasar. Umumnya dari 25 soal Matematika Dasar, anak IPS hanya bisa menjawab sekitar 8 – 15 soal, bahkan tidak sedikit yang kurang dari itu, dan masalahnya belum tentu semuanya benar (FYI, waktu UMB gw cuma bisa mengerjakan 11 soal Matematika Dasar, dan itu pun kalo ngga salah ada 2 atau 3 soal yang ngasal).
2. Tidak teliti menjadi salah satu kelemahan anak IPS.
3. Mudah menyerah, apalagi kalau udah tambah stress.
4. Kesulitan kedua setelah Matematika Dasar untuk anak IPS biasanya adalah Ekonomi. Kesulitan ketiga biasanya di IPS Terpadu, khususnya yang bagian hitung-menghitung (perihal matematika lagi).
5. Tipe soal yang agak sulit dan membingungkan bagi anak IPS adalah tipe soal sebab-akibat.
E.3. Kesalahan Siswa IPS
Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh anak IPS dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari hal itu. Justru kesalahan-kesalahan ini bila kita sudah tahu dari awal, kita bisa menghindarinya agar tidak jatuh dalam kesalahan-kesalah ini. Apa saja kesalahan-kesalahan tsb.?
1. Karena pelajaran yang paling tidak dikuasai oleh anak IPS adalah Matematika, maka hampir sebagian besar anak IPS menghabiskan waktunya untuk belajar dan terus belajar Matematika. Kesalahan #1, terlalu fokus di Matematika sehingga pelajaran lain pun akhirnya terbengkalai.
2. Karena terus belajar Matematika dan hasil dari berbagai latihan dan Try Out tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dari kemampuan Matematikanya, anak IPS terus dan terus belajar Matematika sampai akhirnya dia pusing dengan Matematika sehingga untuk belajar yang lain pun udah “keruh”, buyar, dan ngga semangat. Kesalahan #2, Matematika tidak dapat dikuasi, pelajaran yang lain pun terlantar.
3. Ketika mengerjakan soal-soal Matematika Dasar, banyak anak IPS yang terpaku pada pelajaran tersebut, bahkan tidak sedikit yang terpaku pada satu soal saja. Kesalahan #3, membuang-buang waktu di Matematika Dasar = bencana!
4. Banyak anak IPS yang mengerjakan tes Kemampuan Dasar dari depan/awal (Matematika Dasar), bukan suatu hal yang salah, tapi akan menjadi suatu kesalahan kalau kalian memang lemah di Matematika Dasar. Kesalahan #4, mengerjakan Matematika Dasar terlebih dahulu bagi yang lemah di Matematika adalah sebuah kesalahan. Kerjakan dari sesi bahasa terlebih dulu.
5. Ada juga anak IPS yang tidak mengikuti kesalahan nomor 4, tapi membuat kesalahan lain. Dia mulai dari Bahasa Inggris, tapi dia mengerjakan benar-benar dari awal, dari wacana/reading section. Kesalahan #5, mengerjakan reading section terlebih dahulu di Bahasa Inggris sangat tidak disarankan. Bukan suatu hal yang masalah kalau kalian merasa master dalam mengerjakan soal-soal reading, tapi sebaiknya kerjakan dari belakang, yaitu bagian structure/grammar, itu lebih baik.
6. Soal-soal IPS Terpadu banyak yang membahas mengenai seputar pengetahuan umum. Kesalahan #6, anak IPS kurang banyak membaca dan mengikuti perkembangan berita-berita terkini atau masalah pengetahuan-pengetahuan umum. Jadi, sebelum ujian SIMAK-UI banyak-banyaklah membaca.
F. Keunggulan, Kelemahan, dan Kesalahan Siswa IPA yang Memilih IPS
F.1. Keunggulan Siswa IPA yang Memilih IPS
Menjadi siswa IPA yang memilih jurusan IPS tentu juga memberikan banyak keuntungan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI, khususnya di tes Kemampuan Dasar. Apa saja keunggulannya?
1. Kekuatan utama anak IPA ada di tes Kemampuan Dasar, khususnya pelajaran Matematika Dasar.
2. Kehidupan yang “keras” di IPA membuat anak IPA siap berkompetisi dengan anak-anak IPS.
3. Perpaduan antara logika dan analisis anak IPA menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka.
4. Menghafal materi-materi IPS bukan menjadi hambatan karena mereka terbiasa menghafal berbagai macam rumus IPA yang jauh lebih rumit dan tidak sekedar dihafal.
5. Memiliki kemauan dan motivasi yang sangat kuat, serta lebih teliti dalam mengerjakan soal-soal.
F.2. Kelemahan Siswa IPA yang Memilih IPS
Selain keunggulan, menjadi siswa IPA yang memilih jurusan IPS tentu juga punya kelemahan. Apa saja kelemahannya?
1. Pada tes Kemampuan Dasar, biasanya anak IPA yang memilih jurusan IPS lemah di salah satu pelajaran bahasa, bisa Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, tapi jarang yang dikedua bahasa tersebut lemah.
2. Pelajaran IPS yang kurang dikuasai biasanya Ekonomi dan Sejarah. Untuk Ekonomi biasanya anak IPA kurang menguasai masalah kurva-kurva, sedangkan untuk Sejarah, anak IPA biasanya kurang menguasai masalah sejarah dunia (kuno dan modern).
3. Kemampuan untuk mencerna soal-soal Kemampuan IPS yang lebih banyak membutuhkan kemampuan lingual (bahasa) sering menjadi sedikit hambatan bagi anak IPA.
4. Karena dalam mempelajari IPS harus “ngebut” maka tidak semua materi IPS benar-benar dikuasai secara penuh oleh anak IPA.
F.3. Kesalahan Siswa IPA yang Memilih IPS
Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh anak IPA yang memilih IPS dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari hal itu. Justru kesalahan-kesalahan ini bila kita sudah tahu dari awal, kita bisa menghindarinya agar tidak jatuh dalam kesalahan-kesalah ini. Apa saja kesalahan-kesalahan tsb.?
1. Karena mau masuk jurusan Akuntansi, berarti ketika belajar Ekonomi sangat penting juga untuk belajar Akuntansi. Kesalahan #1, mendalami Akuntansi untuk ujian-ujian seleksi masuk PTN, atau dalam hal ini adalah SIMAK-UI, jangan dijadikan prioritas, cukup dasar-dasarnya saja (sekalipun mau masuk jurusan Akuntansi UI). Justru perdalam materi Ekonominya, bukan Akuntansi. Soal-soal Akuntansi dalam ujian-ujian seleksi masuk PTN biasanya hanya berkisar antara 2 – 3 soal saja.
2. Pelajaran IPS jauh lebih mudah daripada pelajaran IPA. Kesalahan #2, menganggap remeh merupakan sebuah awal kehancuran. Jangan pernah menganggap remeh pelajaran apapun, walau mungkin faktanya berkata demikian, tapi jangan pernah melihat sebelah mata pelajaran IPS.
3. Banyak anak IPA yang diterima di jurusan-jurusan favorit IPS, khususnya di jurusan-jurusan Ekonomi, berarti akan sangat mudah melawan anak IPS. Kesalahan #3, jangan pernah menganggap remeh lawan (anak-anak IPS), jangan menimbulkan kesombongan dalam hati.
4. Sama seperti kelompok IPS, mulai mengerjakan Bahasa Inggris dari wacana/reading section. Kesalahan #4, mengerjakan reading section terlebih dahulu di Bahasa Inggris sangat tidak disarankan. Bukan suatu hal yang masalah kalau kalian merasa master dalam mengerjakan soal-soal reading, tapi sebaiknya kerjakan dari belakang, yaitu bagian structure/grammar, itu lebih baik.
Nah, itu semua merupakan hasil analisis gw terhadap kelompok IPS dan IPA yang memilih IPS. Gw ngga memasukkan keunggulan, kelemahan, dan kesalahan pada kelompok IPC karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak IPA juga, jadi sifat-sifat bawaannya adalah sifat IPA, cuma mungkin karena namanya juga Ilmu Pengetahuan Campuran, jadi gw rasa baik dalam keunggulan dan kelemahan, ada sedikit campuran/perpaduan anatara IPA dan IPS dalam diri anak-anak IPC, terutama tekanan di kelompok IPC cukup besar, stress bukan menjadi hal yang mustahil, maka ketika anak-anak IPC menjadi stress, bukan hal yang tidak mungkin sifat mereka cenderung menjadi sifat anak-anak IPS yang kurang baik, seperti jadi kurang teliti dan yang paling buruk bisa jadi mudah putus asa. Semua itu juga saling terkait antara kondisi mental dan keadaan pada saat ujian.
Namun, tentunya hal-hal negatif yang menjadi kelemahan dan berbagai kesalahan tersebut bisa dihindari. Ketika kita mengetahi pengetahuan umum tentang kelemahan diri sendiri dan orang lain (lawan kita) maka kita bisa menyiapkan diri dengan lebih baik. Sementara untuk kesalahan-kesalahan yang telah gw jabarkan di atas, itu merupakan bentuk kesalahan umum yang sering kali terjadi, dan kebanyakan bersifat teknis. Artinya, ketika kita sudah tahu kesalahan-kesalahan apa saja yang biasa terjadi pada suatu kelompok tertentu maka kita harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak jatuh lubang kesalahan yang banyak orang telah jatuh ke dalamnya. Sementara itu, dengan mengetahui keunggulan diri sendiri dan lawan, kita bisa kembali menyusun strategi untuk memenangkan pertempuran ini. Kita sudah tahu apa saja keunggulan kita, kelemahan kita dan kesalahan-kesalahan apa yang sangat fatal, dengan begitu berarti kita bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri kita dengan keunggulan-keunggulan tersebut, dan meminimalisasikan berbagai kelemahan yang ada, serta sebisa mungkin menghindari kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi.
Strategi Menghadapi SIMAK-UI (Part III: Keunggulan dan Kelemahan Peserta IPS)
Pada setiap ujian seleksi masuk PTN seperti PBS, USM, UMB, SIMAK-UI, UM, UTUL, dsb., sebenarnya ujian tersebut bisa kita ibaratkan sebagai sebuah medan pertempuran yang dijadikan sebagai wadah untuk memperebutkan daerah kekuasaan (PTN yang diinginkan) yang begitu berharga. Sementara itu pertempuran ini bukanlah sebuah pertempuran yang mudah karena yang memperebutkan daerah tersebut ada ratusan ribu manusia dari Sabang sampai Merauke. Hanya orang-orang yang mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin yang bisa memiliki kesempatan untuk bisa masuk ke daerah yang diperebutkan itu.
Dalam hal ini kita akan kembali berbicara tentang SIMAK-UI yang dilaksanakan tanggal 1 Maret 2009 mendatang. Setelah di dua posting-an gw sebelumnya telah dibahas mengenai strategi-strategi sebelum hari H sampai dengan setelah hari H, tapi itu semua tidak cukup untuk memenangkan sebuah pertempuran. Apalagi yang kita butuhkan? Kita harus mengetahui berbagai keunggulan dan kelemahan baik dari diri sendiri maupun lawan. Dengan demikian maka kita bisa mengambil langkah-langkah yang lebih terencana untuk bisa menang di medan pertempuran (SIMAK-UI).
Kali ini gw akan membahas mengenai keunggulan dan kelemahan peserta-peserta IPS, sedangkan keunggulan dan kelemahan peserta-peserta IPA dan IPC akan gw bahas di posting-an berikutnya. Apa yang gw tulis di bawah ini merupakan hasil pengamatan gw terhadap anak-anak IPS (dan kebetulan gw sendiri juga anak IPS, gw hidup di lingkungan IPS) dan kemudian gw mengeneralisasikannya ke dalam sebuah kesimpulan. Bagi yang membaca tentu boleh setuju atau tidak setuju. Namun, secara umum, kira-kira seperti inilah anak IPS.
A. Tentang Peserta IPS
Pada umumnya peserta IPS (bukan siswa IPS) berasal dari siswa-siswi jurusan IPS ditambah siswa-siswi jurusan IPA. Namun, tentunya sekitar 99% siswa-siswi jurusan IPS pasti memilih melanjutkan ke-IPS-annya di jenjang perguruan tinggi. Kenapa gw bilang 99% bukan 100%? Karena sekarang ini ada jalur IPC yang memungkinkan anak IPS mengambil jurusan IPA di perguruan tinggi. Emang ada? Ada, dan biasanya mereka ngambil jurusan teknik atau kedokteran dan itulah sisanya yang 1%, tapi emang lazimnya anak IPS tetap mengambil jurusan IPS.
Peserta IPS dibagi menjadi tiga golongan, yaitu mereka yang berasal dari jurusan IPS itu sendiri, lalu ditambah mereka yang berasal dari IPA dan mereka yang mengambil IPC. Masing-masing dari mereka memiliki karakter tersendiri, serta keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sekarang mari kita bahas satu per satu.
B. Karakter Siswa Jurusan IPS
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPS, khususnya di saat mau ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPS punya pola pikir santai, sehingga kadang suka telat sadar kalau ujian ternyata semakin dekat. Lebih seperti mesin diesel, lama panasnya, tapi kalau udah “panas” mereka juga bisa serius dan sungguh-sungguh.
2. Anak IPS kurang memiliki jiwa yang kompeten, selalu ngga suka bahkan kadang khawatir dengan anak-anak IPA yang mengambil jurusan IPS.
3. Daya juang anak IPS dalam menghadapi persoalan-persoalan sulit, dalam hal ini adalah ujian seleksi masuk PTN (SIMAK-UI), tidak sebesar anak IPA.
4. Anak IPS mudah putus asa dan goyah dalam mengerjakan soal-soal.
5. Anak IPS kurang mendayagunakan logikanya dalam mengerjakan soal-soal.
C. Karakter Siswa Jurusan IPA yang Mengambil IPS
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPA yang memilih jurusan IPS pada saat ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, sekali lagi ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPA punya kemauan dan motivasi yang kuat untuk bisa menguasai materi-materi IPS dalam waktu singkat, dan tidak mudah putus asa.
2. Anak IPA punya daya juang tinggi untuk bisa survive dalam ujian karena dia adalah seorang IPA, tapi kemudian dia “berpindah haluan” menjadi IPS, maka itu berarti dia harus bertanggung jawab dengan pilahannya.
3. Anak IPA lebih memiliki jiwa yang kompeten untuk bersaing dengan anak-anak IPS yang sudah selama tiga tahun belajar IPS.
4. Anak IPA lebih banyak mengandalkan logika dalam menjawab soal-soal.
5. Anak IPA biasanya mengandalkan nilai yang akan dia dapat di tes Kemampuan Dasar untuk mengalahkan anak-anak IPS.
D. Karakter Siswa Jurusan IPA yang Mengambil IPC
Ada beberapa karakter umum yang terbentuk dalam pribadi anak-anak IPA yang memilih jurusan IPC pada saat ujian seleksi masuk PTN seperti SIMAK-UI ini. Ingat, sekali lagi ini hanya sebuah generalisai. Apa saja?
1. Anak IPA yang memilih IPC seringkali masih ragu dengan pilihannya.
2. Anak IPC berusaha lebih menguasai materi di jurusan mana yang paling banyak dia pilih. Jika dia memilih 1 jurusan IPA dan 2 jurusan IPS, maka dia akan lebih fokus di IPS, sedangkan bila dia memilih 2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS maka dia akan lebih fokus di IPA.
3. Rata-rata, mereka yang merasa kemampuan IPA-nya agak kurang akan memilih 1 jurusan IPA dan 2 jurusan IPS, mereka tetap memilih IPA karena memang senang dengan IPA, tapi tidak mau terlalu mengambil risiko dengan mengambil jurusan IPA saja, maka dia mengambil IPC dan mengimbanginya dengan pilihan IPS.
4. Rata-rata, mereka yang merasa kemampuan IPA-nya cukup baik dan memang senang dengan IPA akan memilih 2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS, mereka tetap mengambil IPS karena memang jurusan itu disukai, atau biasanya ketiga jurusan yang dipilih (2 jurusan IPA dan 1 jurusan IPS) memang yang disukainya (sampe bingung mau milih yang mana).
5. Daya juang anak IPC juga tinggi, karena dalam hal ini mereka juga anak-anak IPA dengan karakter anak-anak IPA.
Oke, itu tadi sekilas mengenai karakter-karakter umum antara anak-anak IPS, IPA yang memilih IPS, dan anak IPA yang memilh IPC. Selanjutnya gw akan mebahas keunggulan, kelemahan, dan kesalahan siswa-siswi yang berasal dari jurusan-jurusan yang berbeda-beda tersebut.
E. Keunggulan, Kelemahan, dan Kesalahan Siswa IPS
E.1. Keunggulan Siswa IPS
Menjadi siswa IPS tentu memberikan banyak keuntungan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI, khususnya di tes Kemampuan IPS. Apa saja keunggulannya?
1. Pelajaran IPS bukanlah suatu hal yang baru bagi anak IPS.
2. Sudah tahu banyak mengenai seluk beluk IPS dengan baik.
3. Siswa IPS unggul dalam masalah linguistik (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).
4. Tes Kemampuan IPS menjadi andalan utama anak-anak IPS.
E.2. Kelemahan Siswa IPS
Siswa IPS tentu juga memiliki berbagai kelemahan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI. Apa saja kelemahannya?
1. Anak IPS sangat payah di tes Matematika Dasar. Umumnya dari 25 soal Matematika Dasar, anak IPS hanya bisa menjawab sekitar 8 – 15 soal, bahkan tidak sedikit yang kurang dari itu, dan masalahnya belum tentu semuanya benar (FYI, waktu UMB gw cuma bisa mengerjakan 11 soal Matematika Dasar, dan itu pun kalo ngga salah ada 2 atau 3 soal yang ngasal).
2. Tidak teliti menjadi salah satu kelemahan anak IPS.
3. Mudah menyerah, apalagi kalau udah tambah stress.
4. Kesulitan kedua setelah Matematika Dasar untuk anak IPS biasanya adalah Ekonomi. Kesulitan ketiga biasanya di IPS Terpadu, khususnya yang bagian hitung-menghitung (perihal matematika lagi).
5. Tipe soal yang agak sulit dan membingungkan bagi anak IPS adalah tipe soal sebab-akibat.
E.3. Kesalahan Siswa IPS
Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh anak IPS dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari hal itu. Justru kesalahan-kesalahan ini bila kita sudah tahu dari awal, kita bisa menghindarinya agar tidak jatuh dalam kesalahan-kesalah ini. Apa saja kesalahan-kesalahan tsb.?
1. Karena pelajaran yang paling tidak dikuasai oleh anak IPS adalah Matematika, maka hampir sebagian besar anak IPS menghabiskan waktunya untuk belajar dan terus belajar Matematika. Kesalahan #1, terlalu fokus di Matematika sehingga pelajaran lain pun akhirnya terbengkalai.
2. Karena terus belajar Matematika dan hasil dari berbagai latihan dan Try Out tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dari kemampuan Matematikanya, anak IPS terus dan terus belajar Matematika sampai akhirnya dia pusing dengan Matematika sehingga untuk belajar yang lain pun udah “keruh”, buyar, dan ngga semangat. Kesalahan #2, Matematika tidak dapat dikuasi, pelajaran yang lain pun terlantar.
3. Ketika mengerjakan soal-soal Matematika Dasar, banyak anak IPS yang terpaku pada pelajaran tersebut, bahkan tidak sedikit yang terpaku pada satu soal saja. Kesalahan #3, membuang-buang waktu di Matematika Dasar = bencana!
4. Banyak anak IPS yang mengerjakan tes Kemampuan Dasar dari depan/awal (Matematika Dasar), bukan suatu hal yang salah, tapi akan menjadi suatu kesalahan kalau kalian memang lemah di Matematika Dasar. Kesalahan #4, mengerjakan Matematika Dasar terlebih dahulu bagi yang lemah di Matematika adalah sebuah kesalahan. Kerjakan dari sesi bahasa terlebih dulu.
5. Ada juga anak IPS yang tidak mengikuti kesalahan nomor 4, tapi membuat kesalahan lain. Dia mulai dari Bahasa Inggris, tapi dia mengerjakan benar-benar dari awal, dari wacana/reading section. Kesalahan #5, mengerjakan reading section terlebih dahulu di Bahasa Inggris sangat tidak disarankan. Bukan suatu hal yang masalah kalau kalian merasa master dalam mengerjakan soal-soal reading, tapi sebaiknya kerjakan dari belakang, yaitu bagian structure/grammar, itu lebih baik.
6. Soal-soal IPS Terpadu banyak yang membahas mengenai seputar pengetahuan umum. Kesalahan #6, anak IPS kurang banyak membaca dan mengikuti perkembangan berita-berita terkini atau masalah pengetahuan-pengetahuan umum. Jadi, sebelum ujian SIMAK-UI banyak-banyaklah membaca.
F. Keunggulan, Kelemahan, dan Kesalahan Siswa IPA yang Memilih IPS
F.1. Keunggulan Siswa IPA yang Memilih IPS
Menjadi siswa IPA yang memilih jurusan IPS tentu juga memberikan banyak keuntungan dalam mengerjakan soal-soal SIMAK-UI, khususnya di tes Kemampuan Dasar. Apa saja keunggulannya?
1. Kekuatan utama anak IPA ada di tes Kemampuan Dasar, khususnya pelajaran Matematika Dasar.
2. Kehidupan yang “keras” di IPA membuat anak IPA siap berkompetisi dengan anak-anak IPS.
3. Perpaduan antara logika dan analisis anak IPA menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka.
4. Menghafal materi-materi IPS bukan menjadi hambatan karena mereka terbiasa menghafal berbagai macam rumus IPA yang jauh lebih rumit dan tidak sekedar dihafal.
5. Memiliki kemauan dan motivasi yang sangat kuat, serta lebih teliti dalam mengerjakan soal-soal.
F.2. Kelemahan Siswa IPA yang Memilih IPS
Selain keunggulan, menjadi siswa IPA yang memilih jurusan IPS tentu juga punya kelemahan. Apa saja kelemahannya?
1. Pada tes Kemampuan Dasar, biasanya anak IPA yang memilih jurusan IPS lemah di salah satu pelajaran bahasa, bisa Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, tapi jarang yang dikedua bahasa tersebut lemah.
2. Pelajaran IPS yang kurang dikuasai biasanya Ekonomi dan Sejarah. Untuk Ekonomi biasanya anak IPA kurang menguasai masalah kurva-kurva, sedangkan untuk Sejarah, anak IPA biasanya kurang menguasai masalah sejarah dunia (kuno dan modern).
3. Kemampuan untuk mencerna soal-soal Kemampuan IPS yang lebih banyak membutuhkan kemampuan lingual (bahasa) sering menjadi sedikit hambatan bagi anak IPA.
4. Karena dalam mempelajari IPS harus “ngebut” maka tidak semua materi IPS benar-benar dikuasai secara penuh oleh anak IPA.
F.3. Kesalahan Siswa IPA yang Memilih IPS
Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh anak IPA yang memilih IPS dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari hal itu. Justru kesalahan-kesalahan ini bila kita sudah tahu dari awal, kita bisa menghindarinya agar tidak jatuh dalam kesalahan-kesalah ini. Apa saja kesalahan-kesalahan tsb.?
1. Karena mau masuk jurusan Akuntansi, berarti ketika belajar Ekonomi sangat penting juga untuk belajar Akuntansi. Kesalahan #1, mendalami Akuntansi untuk ujian-ujian seleksi masuk PTN, atau dalam hal ini adalah SIMAK-UI, jangan dijadikan prioritas, cukup dasar-dasarnya saja (sekalipun mau masuk jurusan Akuntansi UI). Justru perdalam materi Ekonominya, bukan Akuntansi. Soal-soal Akuntansi dalam ujian-ujian seleksi masuk PTN biasanya hanya berkisar antara 2 – 3 soal saja.
2. Pelajaran IPS jauh lebih mudah daripada pelajaran IPA. Kesalahan #2, menganggap remeh merupakan sebuah awal kehancuran. Jangan pernah menganggap remeh pelajaran apapun, walau mungkin faktanya berkata demikian, tapi jangan pernah melihat sebelah mata pelajaran IPS.
3. Banyak anak IPA yang diterima di jurusan-jurusan favorit IPS, khususnya di jurusan-jurusan Ekonomi, berarti akan sangat mudah melawan anak IPS. Kesalahan #3, jangan pernah menganggap remeh lawan (anak-anak IPS), jangan menimbulkan kesombongan dalam hati.
4. Sama seperti kelompok IPS, mulai mengerjakan Bahasa Inggris dari wacana/reading section. Kesalahan #4, mengerjakan reading section terlebih dahulu di Bahasa Inggris sangat tidak disarankan. Bukan suatu hal yang masalah kalau kalian merasa master dalam mengerjakan soal-soal reading, tapi sebaiknya kerjakan dari belakang, yaitu bagian structure/grammar, itu lebih baik.
Nah, itu semua merupakan hasil analisis gw terhadap kelompok IPS dan IPA yang memilih IPS. Gw ngga memasukkan keunggulan, kelemahan, dan kesalahan pada kelompok IPC karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak IPA juga, jadi sifat-sifat bawaannya adalah sifat IPA, cuma mungkin karena namanya juga Ilmu Pengetahuan Campuran, jadi gw rasa baik dalam keunggulan dan kelemahan, ada sedikit campuran/perpaduan anatara IPA dan IPS dalam diri anak-anak IPC, terutama tekanan di kelompok IPC cukup besar, stress bukan menjadi hal yang mustahil, maka ketika anak-anak IPC menjadi stress, bukan hal yang tidak mungkin sifat mereka cenderung menjadi sifat anak-anak IPS yang kurang baik, seperti jadi kurang teliti dan yang paling buruk bisa jadi mudah putus asa. Semua itu juga saling terkait antara kondisi mental dan keadaan pada saat ujian.
Namun, tentunya hal-hal negatif yang menjadi kelemahan dan berbagai kesalahan tersebut bisa dihindari. Ketika kita mengetahi pengetahuan umum tentang kelemahan diri sendiri dan orang lain (lawan kita) maka kita bisa menyiapkan diri dengan lebih baik. Sementara untuk kesalahan-kesalahan yang telah gw jabarkan di atas, itu merupakan bentuk kesalahan umum yang sering kali terjadi, dan kebanyakan bersifat teknis. Artinya, ketika kita sudah tahu kesalahan-kesalahan apa saja yang biasa terjadi pada suatu kelompok tertentu maka kita harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak jatuh lubang kesalahan yang banyak orang telah jatuh ke dalamnya. Sementara itu, dengan mengetahui keunggulan diri sendiri dan lawan, kita bisa kembali menyusun strategi untuk memenangkan pertempuran ini. Kita sudah tahu apa saja keunggulan kita, kelemahan kita dan kesalahan-kesalahan apa yang sangat fatal, dengan begitu berarti kita bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri kita dengan keunggulan-keunggulan tersebut, dan meminimalisasikan berbagai kelemahan yang ada, serta sebisa mungkin menghindari kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi.
Sejarah IPS
Sejarah IPS
Sejarah berdirinya Jurusan Pendidikan IPS pada dasarnya tidak terlepas dari sejarah perkembangan dI Indonesia pada jaman penjajahan.Pada tahun Ajaran 1966 berdiri Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Jakarta cabang Tanjung Karang yang kemudian diintegrasikan ke Universitas Lampung berdasarkan Keputusan Presiden No.7 tahun 1968 menjadi dua fakultas, yaitu Fakultas Keguruan (FK) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Fakultas Keguruan terdiri dari Jurusan Pendidikan Civic Hukum, Pendidikan Ekonomi Perusahaan, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Matematika. Fakultas Ilmu Pendidikan hanya memiliki satu jurusan, yaitu jurusan Pendidikan Umum. Sampai dengan tahun 1978, kedua fakultas tersebut hanya mengelola program sarjana muda. Tahun Ajaran 1978/1979 Fakultas Keguruan membuka program sarjana yang terdiri dari jurusan Pendidikan Civic Hukum dan Pendidikan Ekonomi Perusahaan. Pada Tahun Ajaran 1979/1980 dibuka program sarjana Jurusan Pendidikan Geografi dan Jurusan Bahasa Indonesia. Tahun Ajaran 1980/1981 dibuka program sarjana Jurusan Pendidikan Sejarah dan Pendidikan Matematika. Tahun Ajaran 1978/1979 dibuka Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Fisika. Setahun berikutnya (1979/1980) dibuka jurusan Pendidikan Kimia. Sedangkan Fakultas Ilmu Pendidikan membuka program sarjana yang terdiri dari Jurusan Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Penyuluhan, dan Pendidikan Sosial .
Berdasarkan Peraturan Pemerinatah No. 5 Tahun 1980 dan Keputusan Presiden No. 43/M/1982, kedua fakultas tersebut digabung menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan disingkat FKIP, terdiri atas empat jurusan yaitu : (1) Ilmu Pendidikan(IP); (2) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS); (3) Pendidikan Bahasa dan Seni; dan (4) Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Jurusan Pendidikan IPS saat ini terdiri dari 4 program studi:
1. Program Studi Pendidikan Geografi
2. Program Studi Pendidikan Sejarah
3. Program Studi Pendidikan PPKn
4. Program Studi Pendidikan Ekonomi/Akuntansi
Sejarah berdirinya Jurusan Pendidikan IPS pada dasarnya tidak terlepas dari sejarah perkembangan dI Indonesia pada jaman penjajahan.Pada tahun Ajaran 1966 berdiri Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Jakarta cabang Tanjung Karang yang kemudian diintegrasikan ke Universitas Lampung berdasarkan Keputusan Presiden No.7 tahun 1968 menjadi dua fakultas, yaitu Fakultas Keguruan (FK) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Fakultas Keguruan terdiri dari Jurusan Pendidikan Civic Hukum, Pendidikan Ekonomi Perusahaan, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Matematika. Fakultas Ilmu Pendidikan hanya memiliki satu jurusan, yaitu jurusan Pendidikan Umum. Sampai dengan tahun 1978, kedua fakultas tersebut hanya mengelola program sarjana muda. Tahun Ajaran 1978/1979 Fakultas Keguruan membuka program sarjana yang terdiri dari jurusan Pendidikan Civic Hukum dan Pendidikan Ekonomi Perusahaan. Pada Tahun Ajaran 1979/1980 dibuka program sarjana Jurusan Pendidikan Geografi dan Jurusan Bahasa Indonesia. Tahun Ajaran 1980/1981 dibuka program sarjana Jurusan Pendidikan Sejarah dan Pendidikan Matematika. Tahun Ajaran 1978/1979 dibuka Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Fisika. Setahun berikutnya (1979/1980) dibuka jurusan Pendidikan Kimia. Sedangkan Fakultas Ilmu Pendidikan membuka program sarjana yang terdiri dari Jurusan Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Penyuluhan, dan Pendidikan Sosial .
Berdasarkan Peraturan Pemerinatah No. 5 Tahun 1980 dan Keputusan Presiden No. 43/M/1982, kedua fakultas tersebut digabung menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan disingkat FKIP, terdiri atas empat jurusan yaitu : (1) Ilmu Pendidikan(IP); (2) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS); (3) Pendidikan Bahasa dan Seni; dan (4) Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Jurusan Pendidikan IPS saat ini terdiri dari 4 program studi:
1. Program Studi Pendidikan Geografi
2. Program Studi Pendidikan Sejarah
3. Program Studi Pendidikan PPKn
4. Program Studi Pendidikan Ekonomi/Akuntansi
Tentang Penjurusan Kelas Di SMA
Tentang Penjurusan Kelas Di SMA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988 : 770), "salah kaprah" artinya "kesalahan yang umum sekali, sehingga orang tidak merasa salah kalau melakukannya".
Tulisan ini mencoba untuk mengangkat beberapa hal yang salah kaprah tentang penjurusan kelas di SMU.
Seperti diketahui bersama, di akhir kelas dua SMU, setiap siswa akan dihadapkan pada tiga pilihan manakala mereka naik ke kelas tiga, yaitu : jurusan IPA, IPS, atau bahasa. Pilihan ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, disengaja atau tidak disengaja, direncanakan atau tidak direncanakan, langsung atau tidak langsung harus ditentukan salah satunya : kalau tidak IPA, ya IPS, atau bahasa, lain tidak!
Sekarang-saat dibuatnya tulisan ini-mereka sudah duduk di kelas tiga SMU sesuai dengan jurusannya masing-masing. Idealnya, pemilihan jurusan itu berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan siswa; sehingga dengan itu mereka diharapkan akan berhasil dalam menyelesaikan studinya di SMU serta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Namun, tidak sedikit siswa yang mengambil salah satu jurusan itu hanya lantaran nilai rapor kelas dua SMU untuk jurusan tersebut telah memenuhi syarat. Misalnya, X masuk ke IPA karena nilai Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi-nya lebih baik daripada nilai Ekonomi, Sosiologi, Geografi, atau Sejarah. Demikian juga dengan Y, nilai IPSnya lebih tinggi daripada nilai IPA, maka oleh wali kelasnya dijuruskan ke IPS. Adapun Z, karena nilai bahasa (Indonesia dan Inggeris)nya lebih bagus daripada nilai IPA dan IPS, maka diarahkan ke jurusan bahasa. Padahal belum tentu X, Y, atau Z meminati dan berbakat di jurusan tersebut.
Selain itu, masih banyak persepsi siswa yang keliru tentang pilihannya itu. Umpamanya, mereka yang masuk IPA karena ingin menghindari pelajaran "hafalan" seperti di IPS. Padahal untuk memahami reaksi kimia, contohnya, siswa harus menghafal rumus unsur berkalanya. Begitu pula untuk hewan dan tumbuhan, harus hafal istilah Latinnya, ordo, genus, kelas, dan species-nya. Untuk Fisika dan Matematika pun, banyak rumus dan dalil-dalil yang mesti dihafalkan oleh siswa!
Sebaliknya, mereka yang masuk IPS menganggap bahwa di jurusan ini lebih banyak menghafal dan tidak terlalu banyak berhitung. Anggapan seperti ini tidak seluruhnya benar, sebab di IPS pun ada mata pelajaran yang berhubungan dengan hitung-menghitung, seperti Ekonomi, Akuntansi, atau Ekonometri. Berkaitan dengan "menghafal", mata pelajaran apa saja pasti akan memulai aktivitasnya dengan itu (baca : domain kognitif taxonomy Bloom dimulai dengan menghafal-recall, C1), dus, tidak hanya di IPS saja.
Kekeliruan lainnya, adanya anggapan bahwa pendidikan IPS adalah "kelas dua" dan IPA "nomor satu". Hal ini juga salah besar. Karena keberhasilan hidup seseorang tidaklah ditentukan oleh pendidikan(IPA/IPS)nya semata, melainkan lebih ditentukan oleh bagaimana kiprah dia dalam hidupnya, di lingkungannya, di masyarakatnya, bagi bangsa dan negaranya-jelasnya bagaimana seseorang bermakna (meaningful) dan berguna (useful) ditentukan oleh peranan atau kontribusinya terhadap kehidupan dalam arti luas.
Di pihak lain, bukti empirik memang masih memperlihatkan timpangnya perhatian pemerintah/masyarakat (orang tua siswa/Dewan Sekolah) terhadap pendidikan IPS. Buktinya : silahkan cari laboratorium IPS di SMU-SMU di Indonesia, niscaya kemuskilan yang akan dijumpai, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami! Tetapi hampir di semua SMU terdapat laboratorium IPA!
Itulah sekelumit kesalahkaprahan atau kelirumologi (meminjam istilah Jaya Suprana) tentang penjurusan di SMU. Mudah-mudahan dengan dimuatnya tulisan ini hal-hal seperti yang dielaborasi di atas tidak terjadi lagi, paling tidak dapat dieleminasi dari persepsi masyarakat.
SMA Negeri 2 Bagan Sinembah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988 : 770), "salah kaprah" artinya "kesalahan yang umum sekali, sehingga orang tidak merasa salah kalau melakukannya".
Tulisan ini mencoba untuk mengangkat beberapa hal yang salah kaprah tentang penjurusan kelas di SMU.
Seperti diketahui bersama, di akhir kelas dua SMU, setiap siswa akan dihadapkan pada tiga pilihan manakala mereka naik ke kelas tiga, yaitu : jurusan IPA, IPS, atau bahasa. Pilihan ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, disengaja atau tidak disengaja, direncanakan atau tidak direncanakan, langsung atau tidak langsung harus ditentukan salah satunya : kalau tidak IPA, ya IPS, atau bahasa, lain tidak!
Sekarang-saat dibuatnya tulisan ini-mereka sudah duduk di kelas tiga SMU sesuai dengan jurusannya masing-masing. Idealnya, pemilihan jurusan itu berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan siswa; sehingga dengan itu mereka diharapkan akan berhasil dalam menyelesaikan studinya di SMU serta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Namun, tidak sedikit siswa yang mengambil salah satu jurusan itu hanya lantaran nilai rapor kelas dua SMU untuk jurusan tersebut telah memenuhi syarat. Misalnya, X masuk ke IPA karena nilai Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi-nya lebih baik daripada nilai Ekonomi, Sosiologi, Geografi, atau Sejarah. Demikian juga dengan Y, nilai IPSnya lebih tinggi daripada nilai IPA, maka oleh wali kelasnya dijuruskan ke IPS. Adapun Z, karena nilai bahasa (Indonesia dan Inggeris)nya lebih bagus daripada nilai IPA dan IPS, maka diarahkan ke jurusan bahasa. Padahal belum tentu X, Y, atau Z meminati dan berbakat di jurusan tersebut.
Selain itu, masih banyak persepsi siswa yang keliru tentang pilihannya itu. Umpamanya, mereka yang masuk IPA karena ingin menghindari pelajaran "hafalan" seperti di IPS. Padahal untuk memahami reaksi kimia, contohnya, siswa harus menghafal rumus unsur berkalanya. Begitu pula untuk hewan dan tumbuhan, harus hafal istilah Latinnya, ordo, genus, kelas, dan species-nya. Untuk Fisika dan Matematika pun, banyak rumus dan dalil-dalil yang mesti dihafalkan oleh siswa!
Sebaliknya, mereka yang masuk IPS menganggap bahwa di jurusan ini lebih banyak menghafal dan tidak terlalu banyak berhitung. Anggapan seperti ini tidak seluruhnya benar, sebab di IPS pun ada mata pelajaran yang berhubungan dengan hitung-menghitung, seperti Ekonomi, Akuntansi, atau Ekonometri. Berkaitan dengan "menghafal", mata pelajaran apa saja pasti akan memulai aktivitasnya dengan itu (baca : domain kognitif taxonomy Bloom dimulai dengan menghafal-recall, C1), dus, tidak hanya di IPS saja.
Kekeliruan lainnya, adanya anggapan bahwa pendidikan IPS adalah "kelas dua" dan IPA "nomor satu". Hal ini juga salah besar. Karena keberhasilan hidup seseorang tidaklah ditentukan oleh pendidikan(IPA/IPS)nya semata, melainkan lebih ditentukan oleh bagaimana kiprah dia dalam hidupnya, di lingkungannya, di masyarakatnya, bagi bangsa dan negaranya-jelasnya bagaimana seseorang bermakna (meaningful) dan berguna (useful) ditentukan oleh peranan atau kontribusinya terhadap kehidupan dalam arti luas.
Di pihak lain, bukti empirik memang masih memperlihatkan timpangnya perhatian pemerintah/masyarakat (orang tua siswa/Dewan Sekolah) terhadap pendidikan IPS. Buktinya : silahkan cari laboratorium IPS di SMU-SMU di Indonesia, niscaya kemuskilan yang akan dijumpai, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami! Tetapi hampir di semua SMU terdapat laboratorium IPA!
Itulah sekelumit kesalahkaprahan atau kelirumologi (meminjam istilah Jaya Suprana) tentang penjurusan di SMU. Mudah-mudahan dengan dimuatnya tulisan ini hal-hal seperti yang dielaborasi di atas tidak terjadi lagi, paling tidak dapat dieleminasi dari persepsi masyarakat.
SMA Negeri 2 Bagan Sinembah
Minggu, 06 Desember 2009
Tips Memilih jurusan
Tips Memilih Jurusan di PTN
Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.
Cara memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik:
1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika Anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.
Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.
2. Informasi yang Sempurna
Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.
Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.
3. Lokasi dan Biaya
Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.
Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan Anda.
4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.
Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi Anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan Anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.
Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang Anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.
5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Lihatlah ke depan setelah Anda lulus nanti. Apakah jurusan yang Anda ambil nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang Anda ambil sah-sah saja.
Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda. Selamat berjuang!
Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.
Cara memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik:
1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika Anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.
Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.
2. Informasi yang Sempurna
Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.
Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.
3. Lokasi dan Biaya
Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.
Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan Anda.
4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.
Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi Anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan Anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.
Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang Anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.
5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Lihatlah ke depan setelah Anda lulus nanti. Apakah jurusan yang Anda ambil nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang Anda ambil sah-sah saja.
Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda. Selamat berjuang!
Langganan:
Postingan (Atom)