Selamat Datang

Selamat Datang Teman - Teman Pelajar Dimanapun Anda Berada .Trimakasih Sudah mau Berkunjung Di Blog SMA Negeri 2 Bagan Sinembah.Riau ini.Selamat Menikmati Sajian yang ada Di BlOg Ini Yang Masih Belum Sepenuhnya Sempurna.
Tampilkan postingan dengan label Tugas sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Mei 2010

Asal Usul Bender Merah Putih,Nama,Burung Garuda

ara

SMA Negeri 2 Bagan Sinembah
Sekolahku Tercinta
Ingin Menjadi yang Berpestasi
Dan ingin Menjadi yng Ter baik Itulah
Sekolahanku

SMA Negeri Yang Berada
Di Desa pelita
Paket C

Name: Tugas Sejarah
Posted By:
SMA Negeri 2 Bagan Sinembah
Wawan Hidayat




ASAL USUL BENDERA MERAH PUTIH

Bendera kesatuan Republik Indonesia Yang Secara Singkat Bendera Negara Adalah Sang Merah Putih .Bendera Menaga Sang Merah Putih Berbentuk Empat Persegi Panjang dengan ukuran ukuran Lebar 2/3 (dua pertiga ) dengan panjang Serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih Yang kedua bagianya Berukuran sama.

Warna Merah putih Bendera Negara diambil dari warna Kerajaan Majapahit .Sebelum majapahit kerajaan kediri Telah memakai panji – panji merah putih .Selain itu Bendera Sisingamangaraja IX Dari tanah batak pun Memakai Bendrea Merah Putih sebgai benderanya .,Bergambar pedang kembar berwana putih dengan dasar merah menyala Dan putih .Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII.Dua pedang kembar Melambangkan Piso gaja Dompak ,pusaka raja – jara sisingamaaraja I-XII.Ketika terjadi perang di Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul – umbul dengan warna merah dan putih,di bagian belakang di aplikasikan gambar pedang ,Bulan sabit ,Matahari,dan bintang serta beberapa ayat suci AL Quran .

Di Zaman kerajaan Bugis Bone ,Sulawesi selatan Sebelum arung palakka ,Bendera merah putih adalah Simbol Kekuasan dan kebesaran Kerajaan bone .Bendera bone itu Terkenal Dengan Nama Woromporang Pada waktu perang jawa ( Pangeran DiponegoroMemakai panji – panji Berwarna Merah Putih Dalam perjuanganya melawan Belanda.Kemudian ,Warna – warna yang di hidupkan kembali oleh para siswa dan kemudian Nasionalis pada awal abad 20 sebagai ekspresi Nasionalisme Terhadap Belanda. Bendera merah putih di gunakan untuk yang pertama kalinya di jawa pada tahun 1928 .Di bawah pemerintahan kolonialisme ,Bendera itu di larang di gunakan .Sistem ini diabdosi sebagai bendera Nasional pada tnggal 17 Agustus 1945 ,Ketik Kemerdekan Diumumkan dan Telah di gunakan Sejak itu pula.

Bendera Indonesia Memiliki Makna Filosofis .Merah berate Berani ,Putih Beratti Suci,Merah melambangkan rtubuh manusia Sedangan putih melambangkan jiwa manusia keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.Di tinjau dari segi sejarh Sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci .Warna merah mirip Dengan warna gula jawa atau gula aren dan putih mirip dengan warna Nasi .Kedua bahn ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia terutama di pulau jawa .Ketika kerajaan majapahit Berjaya di nusantara.Warna panji – panji yang di gunakan adalah merah dan putuh (Umbul – umbul abang putih) sejak dulu warna merah dan putih oleh orang jawa di gunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim.selametan itu berupa bubur yang di beri pewarna merah sebagian.orang jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsure merah sebagai unsur ibu yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir dan unsure putih sebagai lambing ayah yang di tanam di gua garbah.

SEJARAH NAMA INDONESIA

Catatan Masalalu Menyebutkan Kepulauan Di antara Indocina Dan Australia Dengan Aneka nama.Sebelum kedatangan bangsa Eropa Pada Zaman Purba Kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama .

Dalam catatan bangsa Tionghoa Kawasan kepulauna Kita dinamai *Nan -Hai*

(Kepulauan laut selatan) .Berbagai catatan Kuno bangsa India Menamai Kepulauna in *Dwipantara* (Kepulauan tanah sebrang).Nama yang Diturunkan Dari kata Sansekerta *Dwipa* (Pulau) Dan *Antara* ( Luar ,Seberang)

Kisah Ramayana Karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap shinta ,Istri rama yang di culik Ravana sampai Suwarnadwipa 9 Pulau Emas yaitu Sematra Sekarang yang terletak di kepulauan Dwipantara.Bangsa Arab Menyebut Tanah Air kita *Jazair al – jawi* (Kepulauan jawa) NAMA LATIN Untuk Kemenyan ,Bozeo ,Berasal dari Bahasa Arab Luban jawi (Kemenyan jaw) Sebab par pedagang arab Memproleh Kemenyan dari batang pohon Styrax ,Sumatrana yang dulu hanya tumbuh di Sumatra .Sampai Hari ini jemaah Haji kita masih sering di panggil (Orang jawa) oleh Orang arab.Termasuk untuk orang Indonesia dari luar jawa Sekalipun .Dalam bahasa Arab juga Dikenal nama – nama Samathrah ( Sumatra ) Sholibis ( Sulawesi) dan Sundah ( Sunda ) yang di sebut Kulluh Jawi (Semuanya Jawa )

Bangsa – Bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia Hanya Terdiri dari Orang Arab ,Persia ,India dan Tionghoa Semuanya adalah Hindia .Jazirah Asi Selatan Mereka Sebut Hindia Muka dan daratan Asia tenggara Dinamain Hindia Belakang .Eduard Douwes Dekker (1820 – 1887)yang Di kenal dengan nama samaran Multatuli Pernah memakai nama Yang Spesifik Untuk menyebutkan mana Kepulauan Indonesia yaitu Insulinde yang artinya ke pulauan Hindia(Dalam bahasa latin Insula Berarti Pulau).Nama Insulide Ini selanjutnya Kurang popular walau pernah menjadi Nama Surat Kabar dan Organisasai Pergerakan Di awal Abad ke 20

Pada tahun 1847 di Singapura Terbit sebuah MAJALAH ILMIAH Tahunan ,Journal of the Indin Archipelogo and Eastern Asia (JIAEA) Yang di kelolah oleh James Ric Hardson Logan (1819-1869) seorang skodlandia yang meraih sarjana Hukum dari Universitas Fdinburgh ,Kemudian pada tahun 1849 Seorang ahli Etnologi Bangsa Inggris ,George Samuel Windsor Earl (1813-1865)menggabungkan diri Sebagai Redaksi Majalah JIAEA. Dalam JIAEA volume IV Tahun 1850 halaman 66-74 Earl menulis artikel *On The Leading Charactteristics of the Papuan ,Australian and malaypoly nesia nations* dalam artIkel tersebut Earl Menegaskan Bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk kepulauan Hindia Atu kepulauan melayu memiliki Nama Khas sebab nama hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lainEarl mengajukan Dua nama yaitu Indunesia atau Melayunesia. Earl Sendiri mengatakan Memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu ) dari pada Indunesia ( KepulauanHindia) sebab Melyunesia Sanat Tepat Untuk ras Melayu sedangan Indunesia Bisa juga di gunakan untuk Ceylon ( Srilangka ) dan Maldives ( Maladewa) lagi pula Kata Earl Bukankah bahasa melayu Di pakai di seluruh kepulauan ini .Logan pun Menyatakan perlunya Nama kHas Bagi kepulauna tanah air Kita Sebab istilah Indian Archiplago Terlalu panjang dan membingungkan .Logn menguatkan nama *Indunesia * Yang di buang Earl Dan Huruf U di gantinya dengan Huruf O agar ucapan nya Lebih BAIK ,makalah Lahirlah istilah INDONESIA

Sejak Saat itu Logan Secara Konsisten menggunakan nama Indonesia dalam tulisan – tulisan Ilmiahnya dan lambat laut pemakaian Istilah ini Menyebar di kalangan Para ilmuan Bidang Etnologi dan Geografi pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Aldolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesia oder die inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima Volume yang memuat hasil penelitian ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880 .Buku bastian inilah yang memopulerkan istilah Indonesia di kalangan Sarjana Belanda Sehingga sempat timbul Amggapan bahwa Istilah Indonesia Itu di Ciptakan Bastian.Pendapat yang tidak benar itu antara lain tercantum dalam Encylopedie van Nederlandsch – Indie pada tahun 1918.Padahal Bastian mengambil istilah Indonesia Itu dari Tulisan – Tulisan Logan Putra Ibu Pertiwi yang mula – mula menggunakan Istilah Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar DewanTara ).ketika di Bunang ke negeri Belanda Tahun 1913 Beliau mendirikan Sebuah Biro Pers dengan nama Indonesische Pers – Bureau .Nama Indonesisch (Indonesia ) juga di perkenalkan sebagai P-engganti Indisch (Hindia )Oleh Prof.Cornelis Van Vollenhoven 1917 .Sejalan dengan itu Inlande (Pribumi) diganti dengan Indonesier(Orang Indonesia).

POLITIK

Pada Dasawarsa 1920 an Nama Indonesia yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan Geografi itu diambil alih oleh tokoh – tokoh pergerakan Kemerdekaan Indonesia Sehingga Nama Indonesia Akhirnya memiliki makna Politis yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangankan kemerdekaan .Sebagai Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspad terhadap pemakainan kata cipta logan itu .Pada tahun 1922 atas Inisiatif Mohammad Hatta ,Seorng Mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah tinggi ekonomi) di Rooterdam ,Organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (Yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeninging )Berubah Nama Menjadi Indonesische Vereeninging atau perhimpunan Indonesia .Majalah Mereka ,Hindia Poetra beranti nama menjadi Indonesia Merdeka .Bung Hatta Menegaskan Dalam tulisanya

“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang ( De teokomtige Vrije Indonesische Staat ) Mustahil Di Sebut” Hindia Belanda “ juga tidak “Hindia”saja Sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang Asli .Bai Kami Bangsa Indonesia Menyatakan Suatu Tujuan Politik karena melambangkan dan mencita – citakan suatu tanah air di masa depan dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia akan berusaha dengan Segala Tenaga dan Kemampuannya “

ASAL USUL BURUNG GARUDA

Burung Garuda Sejenis dengan Raja wali tapi Garuda Merupakan tokoh rekaan yang hanya ada dalam dunia Wayang Atau Dongeng .Tokoh Garuda mUncul dala Episode Ramayana Dan Cerita Garudeya .Baik Elang MAUPUN Raja wali Merupakn Burung Perkasa yang sering Di jadikan lamban Negara Sejak Tahun 1989 Misalnya ,Pemerintah Jakarta Menetapkan Elan Bandol Sebagai Lambang Kota Jakarta ,Selain Elang Bando ada pula Burung raja wali Haliaetus Leucocephalus atau Elang besar yang menjadi Lambang Amerika Serikat Karena Penampilan yang Perkasa Dan ukurannya yang besar .

Di Eropa Ada juga rajawali laut Berekor Putih ,Tubuh Lebih kekar denagn Bentang sayap 2,5 m ,Kebesaran Sayap Burung ini Memiliki kekuatan yang luar biasa ,Kalu sedang berburu mangsa ,ia terbang tanpa kebasab sayap dari tempat yang tinggi ,ia berputar- berputar melingkar lalu menungki pesat kearah mangsa seraya mendorongkan kuku kaki ke depan .Kehebatan inilah yang mendorong warga jerman memilih rajawali laut Berekor putih Sebagai lambing Negara Hingga saat ini.kisah ke gagahan raja wali laut Berekor Putih itu pun tersebar sampai ke pantai laut barat India .Keperkasaan nya menerkam ulang juga terdengar oleh para pujangga India di masa lalu ,Maka cerita – Cerita yang mereka buat burung raja walipun tampil sebagai resi garuda yakni Makhluk berkepala burung dan bertubuh manusia menurut cerita ,Burung garuda itu merupakan kendaraan yang biasa di pergunakan batar WISNU

Dari Mitos India inilah Para pujangga jawa Zamanya Dharmawansa Anantawikrama uttunggadewa mengenalkan dan menybarkan Nama Garuda di jawa Timur Pada Tahun 991-1016 meski tidak melihat sendiri wujud burung itu ,mereka berhasil membayangkan dan mengabadikn dalam patahan Relif Candi Kadton Dan Kidal yang terletak di kabupaten Malang tepatnya Desa Rejokidal ,Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ,Jawa Timur .kemudian,Garuda yang setengah orang setengah Burung diabadikan lebih nyata sebagai Arca Airlangga (Titisan Wisnu)Di Candi Belahan dan Sejak proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 1945 ,Burung Garuda Dilukiskan Sebagai Burung Rajawali Seutunya .Kepalanyapun menoleh Kekanan Seperti Semua lambang elang neara lain .Tapi ia Membawa Perisai Berisi Lambang – Lambang Pancasila .

Garuda Sebagai Lambang Negara menggambarkan Kekuatan Dan Kekuasaan dan Warna Emas melambang kejayaan Karena peran Garuda Dalam Cerita Pewayangan Mahabrata Dan Ramayana .Jumlah Bulu melambangkan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945) Antara Lain :

· Jumlah Bulu pada Masing – Masing Sayap Berjumlah 17

· Jumlah Bulu pada Ekor Berjumlah 8

· Jumlah Bulu Bawah atau pangkal Ekorny berjumlah 19

· Julah Bulu Di leher Berjumlah 45

Perisai

Perisai Merupakan lambang Pertahanan Negara Indonesia .Gambar Perisai Tersebut Di bagi Menjadi lima Bagian ,Bagian Latar belakang Di Bagi Menjadi Empat Dengan warna merah Putih berselag Seling (Warna Merah putih Melambangkan warna Bendera Nasiaonal Indonesia ,Merah Berarti berani dan Putih Berarti Suci )dan sebuah perisai kecil miniature dari perisai Yang besar berwarna hitam berada tepat di tengah – tengah.Garis Lurus Horizontal yang membagi Perisai tersebut menggambarkan Garis Katulistiwa yang tepat melintasi Indonesia Di Tengah – Tengah

Emblem

Setiam Gambar Emblem yang terdapat Pada Perisai behubungan dengan Simbol dari Sila pancasila

Bintang Tunggal

Sila Ke -1 ketuhana yang maha Esa .Perisai Hitam dengan Sebuah bintang emas Berkepala lima Menggambarkan Agama – agama besar di Indonesia ,Islam,Kristen,Hindu,Buddha dan Juga Ideologi Sekuler Sosialisme.

Rantai Emas

Sila ke -2 :Kemanusian yang adil dan beradab.Rantai yang di susun atas gelang gelang Kecil ini menandakan Hubungan manusi Satu dengan yang lain nya yang saling membantu.Gelang yang lingkaran menggambrkan Wanita ,Gelang Yang lingkaran gelng yng persegi menggambarkan Peria.

Pohon Beringin

Sila Ke -3 : Persatuan Indonesia.Pohon Beringin (Ficus Bnjamina )Adalah Sebuah pohon Indonesia yang berkr tunjang Sebuh akar tunggal panjang yang menunjang Pohon yang besar Dengan pertumbuhan sangat dalam ke dalam tanah .Ini menggambarkan Kesatuan Indonesia .Pohon ini jua memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting – ranting nya .Hal ini menggambarkan Indonesia Sebagai Negara kEstuan Namun memiliki Berbagai akar budaya Yang berbeda – Beda.

Kepala Banteng

Sila Ke -4 : Kerakyatan yang di Pimpin Oleh Hikmt Kebijaksanaan Dalam permusyawaratan Perwakilan ,Binatang Banteng (Bos Javanius) atau lembu liar adalah Binatang Sosial Sama halnya dengan Manusia Cetus Presiden Soekarno Dimana pengambilan keputusan yang Dilakukan bersama (Musyawarah ) Gotong royong dn kekeluargaan Merupakn nilai – nilai khs Bangsa Indonesia .

Padi Kampas

Sila ke -5 : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia .Padi dan kapas (Yang menggambarkan sandang dan panan)Merupakan Kebutuhan Pokok Setiap masyarakat Indonesia Tanpa melihat Status maupun kedudukanya .Hal ini menggambarkan paersamaan social dimana tidak ada kesenjangan social Satu dengan yang lainnya ,Namun Hal ini Bukan berarti Bahwa Negara Indonesia Memakai Ideologi Komunisme

Minggu, 06 Desember 2009

Awal Masuknya Islam di Indonesia

Tugas Sejarah kelas XI IPS 1 DAN 2 SMA Negeri 2 Bagan Sinembah
Guru :Ibu Rita




PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

A. Awal Masuknya Islam di Indonesia

Ketika Islam datang di Indonesia, berbagai agama dan kepercayaan seperti animisme, dinamisme, Hindu dan Budha, sudah banyak dianut oleh bangsa Indonesia bahkan dibeberapa wilayah kepulauan Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha. Misalnya kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat, kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan sebagainya. Namun Islam datang ke wilayah-wilayah tersebut dapat diterima dengan baik, karena Islam datang dengan membawa prinsip-prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada kasta), menghilangkan perbudakan dan yang paling penting juga adalah masuk kedalam Islam sangat mudah hanya dengan membaca dua kalimah syahadat dan tidak ada paksaan.....


Perkembangan Islam di Indonesia
A. Awal Masuknya Islam di Indonesia

Ketika Islam datang di Indonesia, berbagai agama dan kepercayaan seperti animisme, dinamisme, Hindu dan Budha, sudah banyak dianut oleh bangsa Indonesia bahkan dibeberapa wilayah kepulauan Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha. Misalnya kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat, kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan sebagainya. Namun Islam datang ke wilayah-wilayah tersebut dapat diterima dengan baik, karena Islam datang dengan membawa prinsip-prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada kasta), menghilangkan perbudakan dan yang paling penting juga adalah masuk kedalam Islam sangat mudah hanya dengan membaca dua kalimah syahadat dan tidak ada paksaan.
Tentang kapan Islam datang masuk ke Indonesia, menurut kesimpulan seminar “ masuknya Islam di Indonesia” pada tanggal 17 s.d 20 Maret 1963 di Medan, Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau pada abad ke tujuh masehi. Menurut sumber lain menyebutkan bahwa Islam sudah mulai ekspedisinya ke Nusantara pada masa Khulafaur Rasyidin (masa pemerintahan Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib), disebarkan langsung dari Madinah.

B. Cara Masuknya Islam di Indonesia

Islam masuk ke Indonesia, bukan dengan peperangan ataupun penjajahan. Islam berkembang dan tersebar di Indonesia justru dengan cara damai dan persuasif berkat kegigihan para ulama. Karena memang para ulama berpegang teguh pada prinsip Q.S. al-Baqarah ayat 256 :

Artinya :
Tidak ada paksaan dalam agama (Q.S. al-Baqarah ayat 256)

Adapun cara masuknya Islam di Indonesia melalui beberapa cara antara lain ;
1. Perdagangan
Jalur ini dimungkinkan karena orang-orang melayu telah lama menjalin kontak dagang dengan orang Arab. Apalagi setelah berdirinya kerajaan Islam seperti kerajaan Islam Malaka dan kerajaan Samudra Pasai di Aceh, maka makin ramailah para ulama dan pedagang Arab datang ke Nusantara (Indonesia). Disamping mencari keuntungan duniawi juga mereka mencari keuntungan rohani yaitu dengan menyiarkan Islam. Artinya mereka berdagang sambil menyiarkan agama Islam.
2. Kultural
Artinya penyebaran Islam di Indonesia juga menggunakan media-media kebudayaan, sebagaimana yang dilakukan oleh para wali sanga di pulau jawa. Misalnya Sunan Kali Jaga dengan pengembangan kesenian wayang. Ia mengembangkan wayang kulit, mengisi wayang yang bertema Hindu dengan ajaran Islam. Sunan Muria dengan pengembangan gamelannya. Kedua kesenian tersebut masih digunakan dan digemari masyarakat Indonesia khususnya jawa sampai sekarang. Sedang Sunan Giri menciptakan banyak sekali mainan anak-anak, seperti jalungan, jamuran, ilir-ilir dan cublak suweng dan lain-lain.
3. Pendidikan
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang paling strategis dalam pengembangan Islam di Indonesia. Para da’i dan muballig yang menyebarkan Islam diseluruh pelosok Nusantara adalah keluaran pesantren tersebut. Datuk Ribandang yang mengislamkan kerajaan Gowa-Tallo dan Kalimantan Timur adalah keluaran pesantren Sunan Giri. Santri-santri Sunan Giri menyebar ke pulau-pulau seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga ke Nusa Tenggara. Dan sampai sekarang pesantren terbukti sangat strategis dalam memerankan kendali penyebaran Islam di seluruh Indonesia.
4. Kekuasaan politik
Artinya penyebaran Islam di Nusantara, tidak terlepas dari dukungan yang kuat dari para Sultan. Di pulau Jawa, misalnya keSultanan Demak, merupakan pusat dakwah dan menjadi pelindung perkembangan Islam. Begitu juga raja-raja lainnya di seluruh Nusantara. Raja Gowa-Tallo di Sulawesi selatan melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh Demak di Jawa. Dan para Sultan di seluruh Nusantara melakukan komunikasi, bahu membahu dan tolong menolong dalam melindungi dakwah Islam di Nusantara. Keadaan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya negara nasional Indonesia dimasa mendatang.

C. Perkembangan Islam di Beberapa Wilayah Nusantara

1. Di Sumatra
Kesimpulan hasil seminar di Medan tersebut di atas, dijelaskan bahwa wilayah Nusantara yang mula-mula dimasuki Islam adalah pantai barat pulau Sumatra dan daerah Pasai yang terletak di Aceh utara yang kemudian di masing-masing kedua daerah tersebut berdiri kerajaan Islam yang pertama yaitu kerajaan Islam Perlak dan Samudra Pasai.
Menurut keterangan Prof. Ali Hasmy dalam makalah pada seminar “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh” yang digelar tahun 1978 disebutkan bahwa kerajaan Islam yang pertama adalah kerajaan Perlak. Namun ahli sejarah lain telah sepakat, Samudra Pasailah kerajaan Islam yang pertama di Nusantara dengan rajanya yang pertama adalah Sultan Malik Al-Saleh (memerintah dari tahun 1261 s.d 1297 M). Sultan Malik Al-Saleh sendiri semula bernama Marah Silu. Setelah mengawini putri raja Perlak kemudian masuk Islam berkat pertemuannya dengan utusan Syarif Mekkah yang kemudian memberi gelar Sultan Malik Al-Saleh.
Kerajaan Pasai sempat diserang oleh Majapahit di bawah panglima Gajah Mada, tetapi bisa dihalau. Ini menunjukkan bahwa kekuatan Pasai cukup tangguh dikala itu. Baru pada tahun 1521 di taklukkan oleh Portugis dan mendudukinya selama tiga tahun. Pada tahun 1524 M Pasai dianeksasi oleh raja Aceh, Ali Mughayat Syah. Selanjutnya kerajaan Samudra Pasai berada di bawah pengaruh keSultanan Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam (sekarang dikenal dengan kabupaten Aceh Besar).
Munculnya kerajaan baru di Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam, hampir bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Malaka karena pendudukan Portugis. Dibawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah atau Sultan Ibrahim kerajaan Aceh terus mengalami kemajuan besar. Saudagar-saudagar muslim yang semula berdagang dengan Malaka memindahkan kegiatannya ke Aceh. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Iskandar Muda Mahkota Alam ( 1607 - 1636).
Kerajaan Aceh ini mempunyai peran penting dalam penyebaran Agama Islam ke seluruh wilayah Nusantara. Para da’i, baik lokal maupun yang berasal dari Timur Tengah terus berusaha menyampaikan ajaran Islam ke seluruh wilayah Nusantara. Hubungan yang telah terjalin antara kerajaan Aceh dengan Timur Tengah terus semakin berkembang. Tidak saja para ulama dan pedagang Arab yang datang ke Indonesia, tapi orang-orang Indonesia sendiri banyak pula yang hendak mendalami Islam datang langsung ke sumbernya di Mekah atau Madinah. Kapal-kapal dan ekspedisi dari Aceh terus berlayar menuju Timur Tengah pada awal abad ke 16. Bahkan pada tahun 974 H. atau 1566 M dilaporkan ada 5 kapal dari kerajaan Asyi (Aceh) yang berlabuh di bandar pelabuhan Jeddah. Ukhuwah yang erat antara Aceh dan Timur Tengah itu pula yang membuat Aceh mendapat sebutan Serambi Mekah.

2. Di Jawa
Benih-benih kedatangan Islam ke tanah Jawa sebenarnya sudah dimulai pada abad pertama Hijriyah atau abad ke 7 M. Hal ini dituturkan oleh Prof. Dr. Buya Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam, bahwa pada tahun 674 M sampai tahun 675 M. sahabat Nabi, Muawiyah bin Abi Sufyan pernah singgah di tanah Jawa (Kerajaan Kalingga) menyamar sebagai pedagang. Bisa jadi Muawiyah saat itu baru penjajagan saja, tapi proses dakwah selanjutnya dilakukan oleh para da’i yang berasal dari Malaka atau kerajaan Pasai sendiri. Sebab saat itu lalu lintas atau jalur hubungan antara Malaka dan Pasai disatu pihak dengan Jawa dipihak lain sudah begitu pesat.

Adapun gerakan dakwah Islam di Pulau Jawa selanjutnya dilakukan oleh para Wali Sanga, yaitu :
a. Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
Beliau dikenal juga dengan sebutan Syeikh Magribi. Ia dianggap pelopor penyebaran Islam di Jawa. Beliau juga ahli pertanian, ahli tata negara dan sebagai perintis lembaga pendidikan pesantren. Wafat tahun 1419 M.(882 H) dimakamkan di Gapura Wetan Gresik
b. Raden Ali Rahmatullah (Sunan Ampel)
Dilahirkan di Aceh tahun 1401 M. Ayahnya orang Arab dan ibunya orang Cempa, ia sebagai mufti dalam mengajarkan Islam tak kenal kompromi dengan budaya lokal. Wejangan terkenalnya Mo Limo yang artinya menolak mencuri, mabuk, main wanita, judi dan madat, yang marak dimasa Majapahit. Beliau wafat di desa Ampel tahun 1481 M.
Jasa-jasa Sunan Ampel :
1) Mendirikan pesantren di Ampel Denta, dekat Surabaya. Dari pesantren ini lahir para mubalig kenamaan seperti : Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (Sultan Demak pertama), Raden Makhdum (Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat) dan Maulana Ishak yang pernah diutus untuk menyiarkan Islam ke daerah Blambangan.
2) Berperan aktif dalam membangun Masjid Agung Demak yang dibangun pada tahun 1479 M.
3) Mempelopori berdirinya kerajaan Islam Demak dan ikut menobatkan Raden Patah sebagai Sultan pertama.

c. Sunan Giri (Raden Aenul Yaqin atau Raden Paku)
Ia putra Syeikh Yakub bin Maulana Ishak. Ia sebagai ahli fiqih dan menguasai ilmu Falak. Dimasa menjelang keruntuhan Majapahit, ia dipercaya sebagai raja peralihan sebelum Raden Patah naik menjadi Sultan Demak. Ketika Sunan Ampel wafat, ia menggantikannya sebagai mufti tanah Jawa.

d. Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)
Putra Sunan Ampel lahir tahun 1465. Sempat menimba ilmu ke Pasai bersama-sama Raden Paku. Beliaulah yang mendidik Raden Patah. Beliau wafat tahun 1515 M.

e. Sunan Kalijaga (Raden Syahid)
Ia tercatat paling banyak menghasilkan karya seni berfalsafah Islam. Ia membuat wayang kulit dan cerita wayang Hindu yang diislamkan. Sunan Giri sempat menentangnya, karena wayang Beber kala itu menggambarkan gambar manusia utuh yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kalijaga mengkreasi wayang kulit yang bentuknya jauh dari manusia utuh. Ini adalah sebuah usaha ijtihad di bidang fiqih yang dilakukannya dalam rangka dakwah Islam.

f. Sunan Drajat
Nama aslinya adalah Syarifudin (putra Sunan Ampel, adik Sunan Bonang). Dakwah beliau terutama dalam bidang sosial. Beliau juga mengkader para da’i yang berdatangan dari berbagai daerah, antara lain dari Ternate dan Hitu Ambon.

g. Syarif Hidayatullah
Nama lainnya adalah Sunan Gunung Jati yang kerap kali dirancukan dengan Fatahillah, yang menantunya sendiri. Ia memiliki keSultanan sendiri di Cirebon yang wilayahnya sampai ke Banten. Ia juga salah satu pembuat sokoguru masjid Demak selain Sunan Ampel, Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang. Keberadaan Syarif Hidayatullah dengan kesultanannya membuktikan ada tiga kekuasaan Islam yang hidup bersamaan kala itu, yaitu Demak, Giri dan Cirebon. Hanya saja Demak dijadikan pusat dakwah, pusat studi Islam sekaligus kontrol politik para wali.
h. Sunan Kudus
Nama aslinya adalah Ja’far Sadiq. Lahir pada pertengahan abad ke 15 dan wafat tahun 1550 M. (960 H). Beliau berjasa menyebarkan Islam di daerah kudus dan sekitarnya. Ia membangun masjid menara Kudus yang sangat terkenal dan merupakan salah satu warisan budaya Nusantara.

i. Sunan Muria
Nama aslinya Raden Prawoto atau Raden Umar Said putra Sunan Kalijaga. Beliau menyebarkan Islam dengan menggunakan sarana gamelan, wayang serta kesenian daerah lainnya. Beliau dimakamkan di Gunung Muria, disebelah utara kota Kudus.
Diparuh awal abad 16 M, Jawa dalam genggaman Islam. Penduduk merasa tentram dan damai dalam ayoman keSultanan Demak di bawah kepemimpinan Sultan Syah Alam Akbar Al Fatah atau Raden Patah. Hidup mereka menemukan pedoman dan tujuan sejatinya setelah mengakhiri masa Siwa-Budha serta animisme. Merekapun memiliki kepastian hidup bukan karena wibawa dan perbawa sang Sultan, tetapi karena daulah hukum yang pasti yaitu syari’at Islam
“Salokantara” dan “Jugul Muda” itulah dua kitab undang-undang Demak yang berlandaskan syari’at Islam. Dihadapan peraturan negeri pengganti Majapahit itu, semua manusia sama derajatnya, sama-sama khalifah Allah di dunia. Sultan-Sultan Demak sadar dan ikhlas dikontrol oleh kekuasaan para Ulama atau Wali. Para Ulama itu berperan sebagai tim kabinet atau merangkap sebagai dewan penasehat Sultan.
Dalam versi lain dewan wali sanga dibentuk sekitar 1474 M. oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel), membawahi Raden Hasan, Maftuh Ibrahim, Qasim (Sunan Drajat) Usman Haji (ayah Sunan Kudus, Raden Ainul Yakin (Sunan Gresik), Syekh Sutan Maharaja Raden Hamzah, dan Raden Mahmud. Beberapa tahun kemudian Syekh Syarif Hidayatullah dari Cirebon bergabung di dalamnya. Sunan Kalijaga dipercaya para wali sebagai muballig keliling. Disamping wali-wali tersebut, masih banyak Ulama yang dakwahnya satu kordinasi dengan Sunan Ampel hanya saja, sembilan tokoh Sunan Wali Sanga yang dikenal selama ini memang memiliki peran dan karya yang menonjol dalam dakwahnya.

3. Di Sulawesi
Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah ditemui pemukiman muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu banyak, namun upaya dakwah terus berlanjut dilakukan oleh para da’i di Sumatra, Malaka dan Jawa hingga menyentuh raja-raja di kerajaan Gowa dan Tallo atau yang dikenal dengan negeri Makasar, terletak di semenanjung barat daya pulau Sulawesi.
Kerajaan Gowa ini mengadakan hubungan baik dengan kerajaan Ternate dibawah pimpinan Sultan Babullah yang telah menerima Islam lebih dahulu. Melalui seorang da’i bernama Datuk Ri Bandang agama Islam masuk ke kerajaan ini dan pada tanggal 22 September 1605 Karaeng Tonigallo, raja Gowa yang pertama memeluk Islam yang kemudian bergelar Sultan Alaudin Al Awwal (1591-1636 ) dan diikuti oleh perdana menteri atau Wazir besarnya, Karaeng Matopa.
Setelah resmi menjadi kerajaan bercorak Islam Gowa Tallo menyampaikan pesan Islam kepada kerajaan-kerajaan lain seperti Luwu, Wajo, Soppeng dan Bone. Raja Luwu segera menerima pesan Islam diikuti oleh raja Wajo tanggal 10 Mei 1610 dan raja Bone yang bergelar Sultan Adam menerima Islam tanggal 23 November 1611 M. Dengan demikian Gowa (Makasar) menjadi kerajaan yang berpengaruh dan disegani. Pelabuhannya sangat ramai disinggahi para pedagang dari berbagai daerah dan manca negara. Hal ini mendatangkan keuntungan yang luar biasa bagi kerajaan Gowa (Makasar). Puncak kejayaan kerajaan Makasar terjadi pada masa Sultan Hasanuddin (1653-1669).

4. Di Kalimantan
Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan Borneo melalui tiga jalur. Jalur pertama melalui Malaka yang dikenal sebagai kerajaan Islam setelah Perlak dan Pasai. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis kian membuat dakwah semakin menyebar sebab para muballig dan komunitas muslim kebanyakan mendiamai pesisir barat Kalimantan.
Jalur kedua, Islam datang disebarkan oleh para muballig dari tanah Jawa. Ekspedisi dakwah ke Kalimantan ini mencapai puncaknya saat kerajaan Demak berdiri. Demak mengirimkan banyak Muballig ke negeri ini. Para da’i tersebut berusaha mencetak kader-kader yang akan melanjutkan misi dakwah ini. Maka lahirlah ulama besar, salah satunya adalah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
Jalur ketiga para da’i datang dari Sulawesi (Makasar) terutama da’i yang terkenal saat itu adalah Datuk Ri Bandang dan Tuan Tunggang Parangan.
a. Kalimantan Selatan
Masuknya Islam di Kalimantan Selatan adalah diawali dengan adanya krisis kepemimpinan dipenghujung waktu berakhirnya kerajaan Daha Hindu. Saat itu Raden Samudra yang ditunjuk sebagai putra mahkota oleh kakeknya, Raja Sukarama minta bantuan kepada kerajaan Demak di Jawa dalam peperangan melawan pamannya sendiri, Raden Tumenggung Sultan Demak (Sultan Trenggono) menyetujuinya, asal Raden Samudra kelak bersedia masuk Islam.
Dalam peperangan itu Raden Samudra mendapat kemenangan. Maka sesuai dengan janjinya ia masuk Islam beserta kerabat keraton dan penduduk Banjar. Saat itulah tahun (1526 M) berdiri pertama kali kerajaan Islam Banjar dengan rajanya Raden Samudra dengan gelar Sultan Suryanullah atau Suriansyah. Raja-raja Banjar berikutnya adalah Sultan Rahmatullah (putra Sultan Suryanullah), Sultan Hidayatullah (putra Sultan Rahmatullah dan Marhum Panambahan atau Sultan Musta’in Billah. Wilayah yang dikuasainya meliputi daerah Sambas, Batang Lawai, Sukadana, Kota Waringin, Sampit Medawi, dan Sambangan.
b. Kalimantan Timur
Di Kalimantan Timur inilah dua orang da’i terkenal datang, yaitu Datuk Ri Bandang dan Tuan Tunggang Parangan, sehingga raja Kutai (raja Mahkota) tunduk kepada Islam diikuti oleh para pangeran, para menteri, panglima dan hulubalang. Untuk kegiatan dakwah ini dibangunlah sebuah masjid.
Tahun 1575 M, raja Mahkota berusaha menyebarkan Islam ke daerah-daerah sampai ke pedalaman Kalimantan Timur sampai daerah Muara Kaman, dilanjutkan oleh Putranya, Aji Di Langgar dan para penggantinya.

5. Di Maluku.
Kepulauan Maluku terkenal di dunia sebagai penghasil rempah-rempah, sehingga menjadi daya tarik para pedagang asing, tak terkecuali para pedagang muslim baik dari Sumatra, Jawa, Malaka atau dari manca negara. Hal ini menyebabkan cepatnya perkembangan dakwah Islam di kepulauan ini.
Islam masuk ke Maluku sekitar pertengahan abad ke 15 atau sekitar tahun 1440 dibawa oleh para pedagang muslim dari Pasai, Malaka dan Jawa (terutama para da’i yang dididik oleh para Wali Sanga di Jawa). Tahun 1460 M, Vongi Tidore, raja Ternate masuk Islam. Namun menurut H.J De Graaft (sejarawan Belanda) bahwa raja Ternate yang benar-benar muslim adalah Zaenal Abidin (1486-1500 M). Setelah itu Islam berkembang ke kerajaan-kerajaan yang ada di Maluku. Tetapi diantara sekian banyak kerajaan Islam yang paling menonjol adalah dua kerajaan , yaitu Ternate dan Tidore.

Raja-raja Maluku yang masuk Islam seperti :
a. Raja Ternate yang bergelar Sultan Mahrum (1465-1486).
b. Setelah beliau wafat digantikan oleh Sultan Zaenal Abidin yang sangat besar jasanya dalam menyiarkan Islam di kepulauan Maluku, Irian bahkan sampai ke Filipina.
c. Raja Tidore yang kemudian bergelar Sultan Jamaluddin.
d. Raja Jailolo yang berganti nama dengan Sultan Hasanuddin.
e. Pada tahun 1520 Raja Bacan masuk Islam dan bergelar Zaenal Abidin.

Selain Islam masuk dan berkembang di Maluku, Islam juga masuk ke Irian yang disiarkan oleh raja-raja Islam di Maluku, para pedagang dan para muballig yang juga berasal dari Maluku.
Daerah-daerah di Irian Jaya yang dimasuki Islam adalah : Miso, Jalawati, Pulau Waigio dan Pulau Gebi.

D. Peranan Umat Islam dalam Mengusir Penjajah.

Ketika kaum penjajah datang, Islam sudah mengakar dalam hati bangsa Indonesia, bahkan saat itu sudah berdiri beberapa kerajaan Islam, seperti Samudra Pasai, Perlak, Demak dan lain-lain. Jauh sebelum mereka datang, umat Islam Indonesia sudah memiliki identitas bendera dan warnanya adalah merah putih. Ini terinspirasi oleh bendera Rasulullah saw. yang juga berwarna merah dan putih. Rasulullah saw pernah bersabda :” Allah telah menundukkan pada dunia, timur dan barat. Aku diberi pula warna yang sangat indah, yakni Al-Ahmar dan Al-Abyadl, merah dan putih “. Begitu juga dengan bahasa Indonesia. Tidak akan bangsa ini mempunyai bahasa Indonesia kecuali ketika ulama menjadikan bahasa ini bahasa pasar, lalu menjadi bahasa ilmu dan menjadi bahasa jurnalistik.
Beberapa ajaran Islam seperti jihad, membela yang tertindas, mencintai tanah air dan membasmi kezaliman adalah faktor terpenting dalam membangkitkan semangat melawan penjajah. Bisa dikatakan bahwa hampir semua tokoh pergerakan, termasuk yang berlabel nasionalis radikal sekalipun sebenarnya terinspirasi dari ruh ajaran Islam. Sebagai bukti misalnya Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) tadinya berasal dari Sarekat Islam (SI); Soekarno sendiri pernah jadi guru Muhammadiyah dan pernah nyantri dibawah bimbingan Tjokroaminoto bersama S.M Kartosuwiryo yang kelak dicap sebagai pemberontak DI/TII; RA Kartini juga sebenarnya bukanlah seorang yang hanya memperjuangkan emansipasi wanita. Ia seorang pejuang Islam yang sedang dalam perjalanan menuju Islam yang kaaffah. Ketika sedang mencetuskan ide-idenya, ia sedang beralih dari kegelapan (jahiliyah) kepada cahaya terang (Islam) atau minaz-zulumati ilannur (habis gelap terbitlah terang). Patimura seorang pahlawan yang diklaim sebagai seorang Nasrani sebenarnya dia adalah seorang Islam yang taat. Tulisan tentang Thomas Mattulessy hanyalah omong kosong. Tokoh Thomas Mattulessy yang ada adalah Kapten Ahmad Lussy atau Mat Lussy, seorang muslim yang memimpin perjuangan rakyat Maluku melawan penjajah. Demikian pula Sisingamangaraja XII menurut fakta sejarah adalah seorang muslim.
Semangat jihad yang dikumandangkan para pahlawan semakin terbakar ketika para penjajah berusaha menyebarkan agama Nasrani kepada bangsa Indonesia yang mayoritas sudah beragama Islam yang tentu saja dengan cara-cara yang berbeda dengan ketika Islam datang dan diterima oleh mereka, bahwa Islam tersebar dan dianut oleh mereka dengan jalan damai dan persuasif yakni lewat jalur perdagangan dan pergaulan yang mulia bahkan wali sanga menyebarkannya lewat seni dan budaya. Para da’i Islam sangat paham dan menyadari akan kewajiban menyebarkan Islam kepada orang lain, tapi juga mereka sangat paham bahwa tugasnya hanya sekedar menyampaikan. Hal ini sesuai dengan Q.S. Yasin ayat 17 :”Tidak ada kewajiban bagi kami hanyalah penyampai (Islam) yang nyata”. (Q.S. Yasin : 17)